Keduanya akhirnya bergabung dengan latihan tim sehari sebelum pertandingan secara dramatis.
Pelatih Ko Hee-jin mengatakan sebelum pertandingan, "Bagian latihan mengatakan mereka baik-baik saja. Para pemain sendiri mengatakan mereka baik-baik saja dan bahwa mereka akan menunjukkan semangat juang mereka, jadi saya bersyukur."
"Mereka hanya berlatih selama satu hari, jadi kondisi dan rasa permainan mereka tidak 100%, tetapi fakta bahwa kedua pemain berada di lapangan dapat menjadi sumber kekuatan bagi rekan satu tim mereka," kata Ko Hee-Jin.
Baca Juga: Media Inggris Unggulkan Timnas Indonesia Ketimbang Bahrain, Ini Analisis Datanya
Red Sparks memimpin di set pertama. Megawati dan kawan-kawan mempertahankan konsentrasinya dengan baik bahkan selama pertandingan deuce yang ketat.
Pada kedudukan 23-23, Megawati meledak dengan servis spike ace untuk meningkatkan suasana. Pada kedudukan 25-24, servis Pyo Seung-joo menjadi rumit.
Penerimaan Hyundai goyah dan serangan itu berakhir. Bukilic memenangkan set point dengan serangan terbuka yang bersih.
Set kedua serupa. Dengan permainan jungkat-jungkit dalam selisih dua poin, Red Sparks gigih hingga saat-saat terakhir. Ketika Red Sparks berlari menjauh, Hyundai segera menyusul.
Baca Juga: Sombong Amat, Pelatih Bahrain Janjikan Permainan Bagus dan Taklukkan Indonesia
Servis Jeong Ho-young-lah yang melepaskan diri dari pengejaran Hyundai.
Pada kedudukan 24-23, giliran Jeong Gwan-jang untuk melakukan servis, dan jika ia kehilangan satu poin, itu akan menjadi deuce lagi.
Namun, servis Jeong Ho-young jatuh tajam ke ruang kosong. Ko Ye-rim dari Hyundai Construction nyaris tidak menerima bola. Lemparan bola berlanjut tidak stabil setelah itu. Mo-ma mencoba melakukan serangan yang gegabah dan akhirnya keluar.
Set ketiga berakhir hambar. Red Sparks yang lebih unggul dengan mudah mengalahkan Hyundai.
Setelah Hyundai melakukan kesalahan pada kedudukan 21-18, Park Hye-min memastikan kemenangan dengan servis ace. Jeong Ho-young berhasil memblok pada kedudukan 23-18, mengamankan kemenangan.