"Pukulan Megawati sangat mematikan musim ini. Megawati jauh lebih kuat dari yang kami kira. Apa yang kami siapkan tidak berjalan dengan baik. Itulah kunci kemenangan Red Sparks," kata Lee Da-hyun.
Lebih lanjut ia mengakui patut malu terhadap pecinta Hyundai. Bermain di kandang menurutnya bukan jaminan kemenangan. Megawati buktikan itu dengan menantang ke kandang Hillstate.
"Megawati telah permalukan kami di depan ribuan suporter. Ia benar-benar salah satu pemain terbaik di Liga Voli Korea saat ini," tutur Lee Da-hyun.
Baca Juga: Media Vietnam Tulis Kemenangan Dramatis Timnas Indonesia, Selangkah Menuju Piala Dunia
Lee Dha yon juga menyinggung soal gaji Megawati yang dinilai tidak sesuai dengan yang di dapat di red SParsk. Semua pasti sudah tahu megawati menujukkan kualutasnya di opposite hitter.
Sementara itu, pelatih Hyundai Kang Sung-hyung juga menganalisis. "Jika kami ingin mendapatkan momentum, kami seharusnya menggunakan fast break dengan tepat dan beroperasi. Tapi karena penerimaannya goyang, akurasi lemparan (setter) Kim Da-in rendah," ujarnya.
Ia mengungkapkan rasa kurang puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurutnya para pemainnya tidak mempunyai semngat tempur seperti Megawati.
Baca Juga: Wajib Dikoleksi Sneakerhead, Desain Nike Air Max 95 Neon 2025 Tak Lekang Waktu
"Mereka harus menyesalkan tekanan di kandang sendiri. Hasil pertandingan pertama patut disesali. Semoga kami bisa gantian mencuri poin di kandang Red Sparks," pungkasnya.
Hyundai tampaknya tak mau ingin jadi pecundang. Tapi, Megawati dan Red Sparks bertekad untuk percepat langkah ke final. Ya, sekali lagi Megawati..!