SportlinkNews - Kalah telak 0-3 di leg pertama final Liga Voli Korea (V League) 2024/2025 dari Pink Spiders, Pelatih Reds Sparks Koh Hee-jin berjanji akan tampil lebih kuat di pertemuan kedua, pada Rabu, 2 April 2024 di Samsan Gymnasium.
Dia menegaskan bahwa permainan ini belum selesai.
Kelelahan diakui Koh Hee-jin jadi penyebab kekalahan mereka atas Pink Spiders di final pertama ini.
Kurangnya waktu istirahat atau pemulihan yang cukup selepas babak playoff membuat pemainnya di laga ini tampil seperti kehabisan bensin.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Menang di COTA, Jawaban Telak untuk Para Pengkritiknya
"Jujur, saya tidak mau menyebut ini sebagai alasan. Tapi, harus saya akui bila pemain kami kelelahan. Jadwal yang padat dari playoff ke final ini membuat kami tidak memiliki banyak waktu untuk recovery pemain," katanya Koh Hee-jin di kutip dari NoCutNews.
Belum lagi masalah pemain yang cedera. Di mana Red Sparks tidak bisa diperkuat oleh libero utamanya No Ran, hal itu pun jadi persoalan.
Karena di final ini, meski menerapkan double libero dengan Park Hye-min dan Choi Hyo-seo, tetapi keduanya masih kesulitan mengatasi tekanan dari servis lawan.
Hingga dua hari jelang laga final berikutnya, Koh Hee-jin mengatakan dirinya belum menentukan siapa pemain yang berpotensi mengisi posisi libero di laga kedua nanti.
Baca Juga: Pengamat Sepak Bola Belanda Klarifikasi Pernyataannya soal Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026
Koh Hee-jin menegaskan bahwa dirinya dan tim pendukung lainnya masih akan memantu kondisi para pemain dalam latihan.
"Saya tahu tekanannya di laga kedua ini sangat besar. Makanya kami akan berbicara dari sisi psikologis, siapa pemain yang paling diap dimainkan," ucapnya kemudian.
Final V-League ini menggunakan sistem "best-of-five", dengan begitu masih ada kesempatan lagi untuk timnya bangkit.
"Saya yakin tim ini akan bangkit dan akan menunjukkan permainan yang berbeda di laga kedua yang akan kembali digelar di Incheon nanti. Saya akan mempersiapkan tim lebih baik lagi, sehingga layak dinilai sebagai laga sangat juara" imbuhnya.
Red Sparks sendiri kembali menyentuh final setelah 13 tahun. Perjalanan paceklik yang panjang, semoga hal itu dinilai Koh Hee Jin semakin membuat semangat dan motivasi para pemain tetap menyala.
Final kedua nanti juga akan momen pembuktian apakah Megawati Hangestri dan kawan-kawan masih punya daya juang untuk mengubah arah pertandingan atau tidak. Apakah akan finis sekadar menjadi "numpang lewat". Red Sparks belum selesai," tegasnya.