SportlinkNews - Pelatih Red Sparks Koh Hee-jin berlapang dada dengan kekalahan timnya atas Pink Spinders untuk kali kedua di final Liga Voli Korea (V League) 2025.
Tapi dia memastikan final ini tidak akan berakhir dengan 0-3. Final Ketiga akan berlangsung pada 4 April mendatang di kandang Red Sparks, Chungmu Gymnasium.
Koh Hee-jin mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada kata menyerah dari timnya.
Bahkan dirinya berjanji akan melakukan segalanya untuk agar final musim ini tidak berakhir dengan agregat telak. Tidak untuk final pertama Red Sparks dalam 13 tahun.
Baca Juga: Laporan Terbaru, Pep Guardiola Segera Melatih Milan
"Kami akan terus bertarung, kami belum menyerah. Meski saya hanya khawatir para pemain sudah sangat kelelahan dan terluka, tapi kami tetap akan melakukan segalanya untuk bisa memperpanjang napas ini," tegasnya.
Dibandingkan final pertama, di final kedua kali ini, semangat para pemain Red Sparks lebih terlihat. Walaupun secara fisik kondisi tubuh para pemain masih jauh dari fit yang ideal.
Sebagian pemain bahkan menurut Koh Hee-jin tampil dengan menahan sakit dan ada yang juga disuntik pereda nyeri terlebih dahulu agar bisa bermain dengan baik.
"Pertandingan ini benar-benar situasi yang sangat sulit. Dengan kondisi yang jauh dari kata ideal, tetapi mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa, mereka layak untuk mendapatkan tepuk tangan," ungkap Koh Hee-jin bangga.
Baca Juga: Leg 1 Semifinal ASEAN Club Championship: PSM Makassar Menang Tipis atas Cong An Ha Noi FC
"Mereka bertanding dengan rasa sakit yang pasti sulit ditahan, tapi mereka tetap tersenyum di lapangan. Itu sungguh membuat saya terharu dan bangga," lanjutnya.
Koh Hee-jin mengatakan memang masalahnya ada di set ketiga. Meski sudah memimpin 2-0, tetapi stamina para pemainnya mulai menurun di set ini.
Hal itu yang akhirnya membuat serangan mereka tidak berjalan efektif. Pertahanan pun goyah setelah spike-spike keras yang dilontarkan Tutt dan Kim Yeon-koung.
"Kim Yeon-koung benar-benar luar biasa, terutama di set penentu. Sudut serangnya terlalu bagus dan saya tidak bisa meminta pemain kami untuk menghentikannya saat itu," kata Koh Hee-jin kemudian.