"Melihat ke belakang adalah hal yang luar biasa, saya rasa kita semua berharap tidak melakukan itu. Dan itu memberikan kesempatan untuk merenungkan berbagai hal yang kami lakukan sebagai sebuah tim," tambahnya.
Cowell, yang bergabung dengan Aston Martin setelah masa jabatan yang sukses di Mercedes, memandang masalah ini sebagai pengalaman berharga.
"Ya, kami ingin mencoba hal-hal baru, bereksperimen selalu penting, tetapi penting juga untuk memastikan bahwa semuanya siap untuk balapan," aku Cowell.
"Dan bahwa semua sistem kami sudah siap. Jadi, ini memberikan contoh yang sangat bagus untuk melihat secara rinci cara kami mengembangkan komponen, memperkenalkannya di akhir pekan balapan, memantau berbagai hal, dan melihat berbagai interaksi sistem."
"Sering kali sebagai seorang insinyur, Anda melihat satu sistem dan berkata, ya tidak apa-apa, itu bagus, tetapi bagaimana interaksinya dengan sistem lain."
"Jadi, itu memberikan pembelajaran yang hebat bagi kami," ucap Cowell.
Baca Juga: Awet Muda, Hidup Sehat dari Pagi hingga Malam, Dokter Sarankan Ini yang Harus Dilakukan
Gagal di GP China membuat frustrasi Alonso. Pembalap berusia 43 tahun itu belum menyelesaikan Grand Prix, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan di GP Australia.
Di sisi lain, rekan setimnya, Lance Stroll berhasil mencetak poin di kedua balapan, menempatkannya di posisi kedelapan klasemen dengan 10 poin.
Alonso berharap bisa mendapatkan beberapa poin di balap akhir pekan ini di Suzuka, Jepang.