"Ini menandai langkah terakhir dalam proses pemeriksaan ekstensif untuk memastikan kelayakan seekor kuda untuk berlomba di Grand National."
"Hal itu juga mencakup peninjauan catatan dokter hewan dan penilaian oleh panel ahli untuk mempertimbangkan catatan pacuan kuda dan kelayakannya untuk berlomba," ujar BHA.
Kematian Celebre d'Allen ini kemudian memicu kritikan dari kelompok hak asasi hewan.
Baca Juga: Dean James Cedera Hamstring, Timnas Indonesia Waspada Jelang Kualifikasi
"Kematiannya tidak dapat disalahkan pada individu mana pun, tetapi pada olahraga pacuan kuda itu sendiri," kata juru bicara Animal Rising Ben Newman.
"Berulang kali, kita melihat kuda didorong jauh melampaui batas kemampuannya, hingga mengalami cedera, pingsan, dan kematian," katanya.
Manajer kampanye Animal Aid Nina Copleston-Hawkens mengatakan, "Membiarkan seekor kuda seusia ini ditunggangi sampai mati dalam perlombaan paling melelahkan di negara ini adalah hal yang memalukan."
Baca Juga: Tembus 3.000 Lebih Suara, Abraham Damar Grahita Melaju di Voting IBL All Star 2025
"Otoritas Pacuan Kuda Inggris harus bertanggung jawab atas kematiannya," ucap Nina.
Kepala eksekutif World Horse Welfare Roly Owers juga turut berkomentar atas peristiwa tersebut.
"Kami sangat sedih mendengar tentang kematian Celebre d'Allen setelah Grand National. Kami turut berduka cita kepada semua orang yang merawatnya."
Baca Juga: Ranking FIFA Naik, Timnas Futsal Indonesia Siap Tembus Piala Dunia
"Segala upaya harus dilakukan untuk memetik pelajaran dari hasil yang sangat menyedihkan ini," ucapnya.
BHA mengatakan akan menganalisis perlombaan dan insiden tersebut secara terperinci serta mengirim kuda tersebut untuk penyelidikan post-mortem.