SportlinkNews - Padel merupakan salah satu cabang olahraga raket yang kini semakin populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Olahraga ini menggabungkan unsur dari tenis dan skuas, dan dimainkan di lapangan berdinding kaca atau kawat.
Nama padel sendiri berasal dari kata "paddle" dalam bahasa Inggris yang berarti raket atau dayung, kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Spanyol menjadi pádel.
Baca Juga: Resmi Bebas Transfer, Thom Haye Buka Peluang Main di Liga 1
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), padel adalah olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan skuas, dimainkan berpasangan dalam lapangan berdinding kaca.
Meskipun sistem penilaiannya mirip dengan tenis, padel memiliki teknik, pukulan, dan peralatan yang berbeda.
Raket yang digunakan tidak memiliki senar dan bola yang dipakai lebih lembut dibandingkan bola tenis.
Baca Juga: Meski Baru Datang, Kevin Diks Sudah Dilirik Jadi Kapten Baru Borussia Moenchengladbach
Seperti skuas, bola dalam permainan padel bisa mengenai dinding sebelum dikembalikan ke lawan.
Asal mula padel dapat ditelusuri ke Acapulco, Meksiko, pada tahun 1969.
Enrique Corcuera, sosok di balik lahirnya olahraga ini, memodifikasi lapangan skuas miliknya dengan menambahkan elemen tenis.
Baca Juga: Rafael Struick Menganggur Usai Tinggalkan Brisbane Roar, Dewa United Jadi Kandidat Terkuat
Awalnya, dinding beton membuat penonton sulit menyaksikan pertandingan, namun kini digantikan oleh dinding kaca dan permukaan rumput sintetis.
Seiring waktu, olahraga ini kian populer.