Kehadirannya tidak sekadar instalasi seni, tetapi juga bagian dari kampanye besar bertajuk “Too Big To Miss” yang diusung Nike.
Baca Juga: Persebaya Kecewa Kalah dari Persib, Soroti Gol Kontroversial Uilliam Barros
Replika sepatu itu juga sempat hadir dalam acara Pro:Direct Soccer On Pitch Challenge Activation bersama anak-anak dari komunitas Football Beyond Borders di Manchester.
Setelah itu, sepatu raksasa tersebut akan dipamerkan di National Football Museum hingga 22 September 2025.
Menurut rencana, Nike juga akan menampilkan sepatu ini di Etihad Stadium menjelang laga derby Manchester, menegaskan bahwa karya spektakuler ini memang tak bisa dilewatkan begitu saja.
Baca Juga: Hong Kong Open 2025: Ciptakan All Chinese Finals, China Amankan Gelar Tunggal Putri
Bagi Nike, cara ini bukan hal baru.
Selama ini mereka dikenal menghadirkan berbagai kampanye yang memadukan performa olahraga dengan kultur populer, mulai dari mural berukuran besar hingga instalasi jalanan.
Namun, replika Phantom Haaland ini disebut sebagai pencapaian baru yang mengukuhkan standar kreativitas Nike dalam dunia pemasaran olahraga.
Baca Juga: Liga Putri Segera Digelar Lagi, Ferry Paulus Pastikan Bergulir 2026
Lebih jauh, kehadiran sepatu raksasa ini juga dianggap simbolis.
Haaland adalah sosok penyerang yang identik dengan rekor, mulai dari jumlah gol hingga prestasi bersama klub.
Memberikan sepatu dengan ukuran rekor dunia seakan menjadi representasi nyata dari statusnya sebagai pemain yang “terlalu besar untuk diabaikan.”
Dengan kampanye ini, Nike sekali lagi menegaskan dominasinya dalam memadukan inovasi, seni, dan olahraga.
Bagi warga Manchester, pemandangan sepatu raksasa yang melintas di jalanan kota bukan sekadar atraksi visual, melainkan pengingat bahwa dalam dunia sepak bola modern, perhatian publik adalah medan persaingan yang sama pentingnya dengan duel di atas lapangan.