SportlinkNews - Ketum KONI Pusat hadiri undangan kompetisi Wakeboard yang diselenggarakan oleh Keluarga Niti Island, yakni ‘Niti Island Treasure Hunt’, Sabtu 1 November 2025.
Penyelenggara menjelaskan kompetisi internasional dan eksklusif tersebut merupakan sejarah untuk Indonesia.
Pasalnya, menjadi yang pertama menghadirkan 16 atlet Wakeboard terbaik dunia dari 12 negara yang akan bersaing pada kompetisi yang unik. Sebagaimana judul kompetisi, mereka dituntut mencari harta karun Pulau Niti. Pertunjukan ini menjadi sejarah bagi Indonesia.
Baca Juga: Lamine Yamal Membeli Rumah Ikon Barcelona
Ketua Pelaksana sekaligus pemilik venue, Rafael Nitiyudo menjelaskan fasilitas wakeboard dibangun dengan kualitas tinggi. “Semuanya nomor satu di dunia, obstacle dan kabel terbaik dari Jerman,” terangnya.
Ia bangga, karena Indonesia memiliki fasilitas kelas dunia. Rafael termotivasi membangun infrastruktur terbaik demi Indonesia.
“Infrastruktur harus ada, harus baik, nanti ekosistem komunitas olahraga pasti berjalan,” jelasnya berharap ekosistem wakeboard yang baik melahirkan atlet yang akan membanggakan Indonesia melalui prestasinya.
Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-71, Marciano Norman Apresiasi Kinerja Pengurus KONI Pusat
Rafael menilai infrastruktur/fasilitas Wakeboard menjadi kunci mengantar atlet meraih prestasi. Fasilitas wakeboard ini bukan yang pertama dan juga terakhir.
Pertama, 15 tahun lalu, Rafael membuat fasilitas di Ancol, yang hasilkan atlet berprestasi di SEA Games.
Sayang pandemi Covid-19 berdampak ditutupnya venue di Ancol. Venue di Pulau Niti adalah yang kedua, dan segera membangun kembali di Lombok.
Baca Juga: Real Madrid 4-0 Valencia: Barcelona Makin Jauh Tertinggal
Demi prestasi olahraga Indonesia, Rafael melakukan banyak hal, mulai membangun infrastruktur hingga hubungan ke tingkat internasional.
“Harus ada pengorbanan untuk olahraga. Kiblat saya, kasi kesempatan ke siapa pun, selama dia bertujuan untuk Merah Putih, ayo kita lakukan bersama,” ujarnya.