Pada event kali ini, atlet terbaik dunia hadir untuk bertanding, dua atlet Indonesia ikut terlibat berkompetisi.
Selain itu, event ini juga didukung Red Bull, termasuk diikuti atlet terbaik dunia yang dimiliki Red Bull. Juri yang dihadirkan juga dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Musim Baru Dimulai, Matisse Thybulle Kembali Diterpa Cobaan Berat
Apresiasi disampaikan oleh para atlet kelas dunia yang turut serta. Mereka sampaikan venue wakeboard Pulau Niti merupakan salah satu yang terbaik. Dinilai dari air yang bersih, pemandangan indah, peralatan terbaik kelas dunia.
Pasca berkunjung dan bersosialisasi dengan para pegiat Wakeboard, Ketum KONI Pusat menyampaikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada panitia yang dipimpin oleh Rafael Nitiyudo.
“Saya mengucapkan terima kasih, apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Rafael yang dedikasinya luar biasa untuk Merah Putih melalui olahraga wakeboard,” jelasnya.
Baca Juga: Cremonese 1-2 Juventus: 3 Hal yang Kita Pelajari dari Laga Perdana Spalletti
“Venue yang dibangun sangat luar biasa mengagumkan. Atlet-atlet terbaik dunia, top 20 dunia, mereka begitu semangat dan senang berlatih di sini,” katanya.
Tentunya Ketum KONI Pusat berharap atlet Indonesia juga berprestasi dunia.
“Kompetisi ini sangat baik dan saya berharap ini berkesinambungan. Saya yakin, atlet-atlet Indonesia berprestasi dunia akan lahir,” lanjutnya.
“Dedikasi dan pengorbanan mewujudkan venue dan event kelas dunia ini, sangat bermanfaat untuk masa depan prestasi olahraga,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Punya Waktu Olahraga? Satu Menit Sehari Sudah Bisa Panjangkan Umur
Tentang Wakeboard
Wakeboard terlihat gabungan dari beberapa olahraga air, seperti Waterskiing (seluncur air), Surfing (selancar ombak) dan Snowboarding (seluncur salju).
Sejarahnya cukup panjang, dimulai Kneeboarding, berselancar di atas papan dengan posisi berlutut pada 1960-1970an. Ini menjadi langkah awal berselancar di belakang perahu
Selanjutnya dikenal “Skurfing” yang dimulai di Australia dan Selandia Baru. Dimainkan dengan papan kecil tanpa pengikat kaki yang mereka sebut “skurf board”.