Tony Finn, peselancar asal California berkolaborasi dengan Jeff Darby dari Australia ciptakan sekaligus memasarkan papan yang disebut “Skurfer”, papan selancar kecil yang tebal dan memiliki satu sirip (fin), dirancang khusus untuk ditarik di belakang perahu. Singkatnya, menjadi cikal bakal wakeboard komersial.
Baca Juga: DKI Jakarta Juara Umum, PON Bela Diri 2025 Resmi Ditutup
Berikutnya, Howard Jacobs mencoba menambahkan pengikat kaki (mirip dengan windsurfing) ke papan selancar yang memungkinkan atlet melompat dan melakukan trik flip.
Tak sampai di situ, inovasi “Hyperlite” muncul awal 1990-an dari Herb O’Brien (pemilik H.O. Sports, perusahaan ski air besar) dan Paul Fraser (seorang penemu dari Kanada). Karya keduanya adalah papan dengan desain neutral buoyancy (daya apung netral) yang revolusioner.
Paul disebut yang cetuskan nama “Wakeboarding” menggantikan “skiboarding” atau “skurfing”, karena fokus olahraga ini adalah menggunakan “wake” (gelombang) yang diciptakan perahu sebagai lompatan.
Baca Juga: MoU dengan Adidas Jadi Kado Ultah Pertina Ke-66, Ini Harapan Insan Tinju
Di kancah dunia, ada dua organisasi terkait yakni Waterski & Wakeboard Federation (IWWF), bagian dari IOC (Komite Olimpiade Internasional) dan World Wakeboard Association (WWA).
Di Tanah Air, organisasinya adalah Pengurus Besar Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PB.PSAWI).
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)