SportlinkNews - Persoalan doping dalam dunia olahraga memang memberikan dampak buruk dalam rangka pembinaan atlet untuk mencapai prestasi tertinggi.
Karena itu, aspek pengawasan dan sanksi tegas perlu terus ditingkatkan demi menghasilkan atlet yang bebas doping.
Persoalan doping memang menjadi sorotan utama Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman saat mengukuhkan dan melantik Ketum Pengurus Pusat Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PP.PBFI) masa bakti 2025-2029.
Baca Juga: Thom Haye dan Uilliam Barros Tatap Optimis Laga Kontra Selangor FC
PP PBFI masa bakti 2025-2029 dinahkodai oleh Irwan Alwi dan jajarannya yang dilantik pada Senin 3 November 2025, di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta.
“Kita harus terus mencari jalan keluar dan berkoordinasi serta diskusi dengan IADO untuk bagaimana Indonesia bisa mengantarkan atlet binaraga dan fitnesnya dengan prestasi terbaik tanpa adanya penggunaan doping,” tegas Ketum KONI Pusat.
Ketum KONI Pusat ingin PBFI juga melakukan kampanye anti-doping. Salah satunya membuat atlet yang patut menjadi contoh ideal.
Baca Juga: Kalahkan Slavia Praha 0-3 Bikin Arsenal Cetak Rekor 8 Clean Sheet Berturut-turut Sejak 1903
“PP PBFI harus berupaya mengangkat para atletnya melalui single multievent internasional yang mereka bisa berprestasi tanpa doping,” lanjut Marciano.
Marciano mengingatkan agar PBFI harus semakin keras untuk menghentikan penggunaan doping dari para atletnya.
"Oleh karenanya mari satukan tekad kepengurusan PP.PBFI masa bakti 2025-2029 harus Extra Ordinary dan terus mendukung para atletnya yang bersih tanpa doping,” ujar Marciano.
Baca Juga: Arsenal Masih Kuasai Klasemen Liga Primer Ingris, Manchester City dan Liverpool Mulai Mengancam
Menanggapi sorotan Ketum KONI Pusat, Irwan Alwi menyampaikan permohonan maaf saat PON XXI masih ada penggunaan doping.
“Hal tersebut merupakan pukulan bagi kami dan akan terus kami evaluasi agar ke depan menjadi lebih baik,” ujar Irwan Alwi.