SportlinkNews - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga masih mematangkan skema pemberian bonus bagi atlet Indonesia yang tampil di SEA Games Thailand 2025.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa mekanisme serta besaran bonus saat ini tengah dalam tahap peninjauan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Tim Merah Putih mencatatkan prestasi signifikan pada ajang olahraga Asia Tenggara tersebut dengan mengoleksi total 333 medali, terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.
Baca Juga: NBA Jatuhkan Skorsing Usai Keributan Suns vs Pelicans
Raihan itu menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen akhir, tepat di bawah tuan rumah Thailand yang keluar sebagai juara umum.
Erick menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan rancangan skema bonus sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, sebelum ditetapkan, seluruh nominal masih harus melalui proses pembahasan bersama Kemenkeu.
"Skemanya sedang kami ajukan sesuai instruksi Presiden kepada pihak yang berwenang, yakni Menteri Keuangan. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini angka-angkanya bisa kami kirimkan," ujar Erick akhir pekan lalu.
Baca Juga: Westbrook Terus Menanjak di Daftar Elite NBA, Lampaui Wilkins dan Magic Johnson
Meski Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan komitmen pemberian bonus Rp1 miliar bagi peraih medali emas, Erick menegaskan bahwa penerapannya akan disesuaikan dengan nomor pertandingan serta karakter cabang olahraga yang diikuti atlet.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar skema bonus tetap adil dan proporsional.
Ia juga menambahkan bahwa rincian nominal bonus untuk peraih medali perak dan perunggu belum bisa diumumkan ke publik, mengingat proses evaluasi masih berjalan.
Baca Juga: Jaylen Brown Samai Rekor Larry Bird, Torehkan 30 Poin di Sembilan Laga Beruntun
Nantinya, bonus akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing atlet tanpa perantara.
Erick pun menyampaikan pesan khusus kepada para atlet agar memanfaatkan dana apresiasi tersebut secara bijak.
Ia mengingatkan bahwa masa aktif seorang atlet relatif singkat, sehingga bonus yang diterima seharusnya menjadi bekal jangka panjang.
Baca Juga: FFI Panggil 25 Pemain, Timnas Futsal Mulai Persiapan Menuju Piala Asia 2026
"Bonus itu harus ditabung. Satu miliar itu jumlah besar, jangan sampai dihabiskan begitu saja," ujar Erick.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi hal penting bagi atlet, mulai dari investasi, pendidikan, hingga perlindungan kesehatan.
Dengan perencanaan yang matang, bonus SEA Games diharapkan dapat membantu menjamin masa depan atlet setelah tak lagi aktif bertanding.
Baca Juga: Hasil Super League: Terkam Bhayangkara FC, Persija Panaskan Papan Atas Klasemen
"Karier atlet tidak panjang. Ketika mereka mendapatkan hasil yang baik, saat itulah harus mulai membangun strategi keuangan, harus punya aset, asuransi kesehatan, dan tabungan untuk masa depan," pungkas Erick.