“Tim pelatih mencoba formasi tiga pemain baru (Yudha, Rizal, Gischa), dan mampu memberikan perbedaan dari cara bermain, baik menyerang maupun bertahan. Alhamdulillah, pemain mampu tampil konsisten dari babak grup hingga final sehingga catatkan sejarah untuk pertama kali meraih juara satu pada level World Boccia Cup,” kata Islah, sapaan Islahuzzaman Nuryadin.
Sukses meraih prestasi membanggakan di Montreal World Boccia Cup 2024 diharapkan menjadi suntikan semangat bagi atlet boccia Indonesia untuk menatap kejuaraan selanjutnya dan bisa mencapai puncak penampilan di Paralimpiade 2024.
“Semoga hasil bagus ini semakin memotivasi atlet untuk terus berlatih mempersiapkan kemampuam terbaik untuk tampil pada Paralimpiade Paris 2024 pada bulan Agustus mendatang,” harap Islah.