Bola tenis lebih keras dan memiliki tekanan udara yang lebih tinggi, sehingga memantul lebih cepat dan tinggi.
Baca Juga: Emil Audero Masih Ragu Bela Timnas Indonesia, Tak Tahu Seberapa Besar Manfaat untuk Dirinya
3. Peraturan Permainan
Padel:
Permainan padel dimulai dengan servis dari bawah, dan bola harus memantul sekali di lapangan sebelum mengenai dinding lawan.
Setelah itu, bola bisa memantul di dinding mana saja sebelum dikembalikan oleh lawan. Permainan padel biasanya dimainkan dalam format ganda, sehingga kerja sama tim sangat penting.
Tenis:
Dalam tenis, servis dilakukan dari atas kepala dan bola harus memantul di area servis lawan tanpa mengenai net.
Baca Juga: Hubungan Elkan Baggott dan Shin Tae-yong Dikompori Media Vietnam, Timnas Indonesia akan Jadi Korban
Setelah servis, bola tidak boleh menyentuh net dan harus tetap berada di dalam garis lapangan. Tenis dapat dimainkan dalam format tunggal atau ganda, tetapi peraturannya tetap sama.
4. Gaya Permainan
Padel:
Permainan padel lebih lambat dan lebih taktis dibandingkan dengan tenis.
Karena lapangan yang lebih kecil dan adanya dinding, pemain harus pintar mengatur strategi dan memanfaatkan dinding untuk mengembalikan bola. Ini membuat padel menjadi permainan yang lebih berfokus pada teknik dan kerja sama tim.
Baca Juga: Singapore Open 2024: Gregoria Tunjung Melangkah ke Semifinal Singkirkan Peringkat Enam Dunia
Tenis:
Tenis lebih mengandalkan kekuatan dan kecepatan.
Lapangan yang lebih besar memberikan ruang lebih luas untuk melakukan berbagai jenis pukulan, termasuk pukulan yang membutuhkan tenaga besar seperti serve dan smash. Kecepatan dan daya tahan fisik sangat penting dalam permainan tenis.
5. Popularitas dan Sejarah
Padel:
Padel mulai populer di Meksiko pada tahun 1969 dan cepat menyebar ke Spanyol dan Amerika Latin.
Baca Juga: Peran Data dalam Sepak Bola: Mengubah Permainan dengan Angka dan Analisis