SportlinkNews - Gelar juara ganda putra Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2024 seri pertama, menjadi milik Tibo Colson/Thijmen Loof, setelah di final menumbangkan unggulan keempat Shintaro Imai/Moerani Bouzige dengan Straight set.
Pada ajang M15 ITF World tenis tour Bali, sebenarnya di awal laga pertarungan berlangsung ketat dimana upaya saling membreak servis dan adu rally serta volley didepan net di peragakan kedua pasangan hingga game ke 8, namun skor tetap imbang 4-4.
Memasuki game ke 9, pertarungan terpaksa harus dihentikan akibat turunnya hujan di lapangan Bali National Tennis Center, di kawasan wisata ITDC Nusa Dua, dan harus menunggu lapangan dikeringkan.
Baca Juga: Masa Depan Sepatu Tenis Mirip Sepatu Basket Tercermin Pada Coco CG2
Moment tersebut mampu dimaksimalkan oleh Tibo Colson/Thijmen loof, untuk melakukan break point dan berhasil memenangkan set awal dengan skor 6-4.
Meski berupaya bangkit dan mengubah pola permainan dilakukan oleh Shintaro Imai/Moerani Bouzige, namun Colson dan Loof terus bermain taktis serta mengkontrol jalannya laga.
Alhasil pada set pamungkas ini Tibo Colson/Thijmen loof, kembali tak terbendung dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 6-3, untuk keluar sebagai juara.
Baca Juga: Pesenam Riau Abiyu Raffi Raih Emas Meski Asam Lambungnya Kambuh
Dengan raihan gelar juara ganda putra pada Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2024, M15 seri pertama Tibo Colson/Thijmen loof berhak atas hadiah uang senilai US. 930 dan thropy, sedangkan Shintaro Imai/Moerani Bouzige memperoleh US. 540.
Sementara itu di nomor tunggal yang hari telah menyelesaikan babak seminal, unggulan pertama Omar Jasika sukses memastikan diri melangkah ke final.
Tiket di partai puncak pada turnamen yang berhadiah total 15.000 dolar AS ini, sukses diraih oleh petenis putra asal Australia ini lewat kemenangan dua set langsung dari Andre Ilagan.
Baca Juga: Klasemen Medali PON XXI Aceh-Sumut 2024: Riau Ungguli DKI Jakarta
Laga berlangsung ketat sejak set pertama maupun kedua. Bermodalkan servis keras dan baseliner attack yang menjadi karakter petenis berusia 27 tahun Australia ini, akhirnya unggul 7-6 tiebreak 1 dan 7-5, dan mengantarkan Omar Jasika maju ke final.
Sedangkan lawan yang akan dihadapi oleh Omar Jasika pada laga final yang akan di helat besok hari Minggu (1/9) adalah Max Basing.