SportlinkNews - Pereli wanita Diva Zahra barangkali adalah contoh perempuan tangguh yang tidak mau kalah dalam menorehkan prestasi di olahraga yang berisiko tinggi.
Perempuan lulusan Fakultas Hukum Universitas Parahyangan ini memang baru mulai menceburkan dirinya ke dunia motorsport. Kurang lebih baru setahun menekuni reli.
Meski begitu, dunia motorsport bukan hal asing bagi Diva, pasalnya Sejak kecil terbiasa menyaksikan balapan dari dekat berkat sang ayah yang hobi balap offroad.
Baca Juga: Industri Esports Tawarkan Potensi Bisnis Menggiurkan bagi Profesional
Diva malah baru terjun balapan setelah lulus kuliah. Dan baru di tahun ini ia benar-benar serius menjalani kareir sebagai pereli.
Aksi dan tekadnya yang kuat, membuatnya berhasil menjadi kampiun dengan menorehkan prestasi yang cukup bagus bagi seorang pemula.
Pembalap senior Rifat Sungkar yang menjadi mentor Diva sepanjang musim balap tahun ini juga memuji daya juang Diva dalam menghadapi setiap tantangan di Kejurnas Sprint Rally.
Baca Juga: Penyerang Tercepat dan Berbahaya Akan Pakai Air Zoom Mercurial Cosmic Speed
Pada Kejurnas Sprint Rally 2024 Putaran 6, Diva Zahra berhasil meraih juara 4 kelas F2 serta menjadi juara 1 di Kelas Wanita.
Prestasinya itu berkat dukungan berbagai pihak, terutama Mama tercinta. "Mama telah menemani sepanjang balapan dan memberi motivasi tinggi kepada saya," ungkapnya.
Bagi Diva, perjalanan selama setahun ini sangat berkesan baginya. Ia harus belajar dari awal lagi bagaimana mengendarai mobil, membaca lintasan, sampai menjaga moodnya setiap kali menemui hambatan.
“Tahun ini sangat menantang, namun hal itu malah membuat saya makin suka pada reli dan balapan,” tambahnya.
Sebagai seorang perempuan ia juga merasa bangga dapat berbicara di olahraga yang didominasi kaum Adam.