Sportlinknews – Atlet Para Atletik asal Jawa Tengah, Ammar Hudzaifah, mengukuhkan namanya sebagai peraih medali emas pertama di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII Solo 2024.
Ammar berhasil meraih kemenangan di nomor lari 1.500 meter putra klasifikasi T37, yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, pada Senin (7/10/2024) pagi.
Keberhasilannya tersebut ditegaskan Ammar bukan sekadar prestasi medali emas, tetapi juga menjadi misinya mengangkat derajat para penyandang disabilitas.
"Ajang olahraga seperti ini menjadi wadah bagi teman-teman disabilitas untuk meraih prestasi dan menjunjung martabat," jelasnya.
Baca Juga: Jokowi Buka Peparnas 2024 di Solo, 2.500 Personel Gabungan Amankan Situasi
Ammar telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan tekad yang kuat, atlet disabilitas mampu meraih prestasi luar biasa. Pada PEPARNAS edisi sebelumnya di Papua, Ammar juga berhasil meraih tiga medali emas dari nomor 400 meter, 800 meter, dan estafet, serta satu medali perunggu di ASEAN Para Games 2022 di Solo.
Dalam perlombaan yang penuh persaingan di Stadion Sriwedari, Solo tersebut Ammar berhasil mencatatkan waktu 4 menit 55,5 detik, mengungguli delapan pesaing lainnya.
Atlet asal Karanganyar ini bahkan mengalahkan rekan satu provinsinya, Muhammad Fazli Yusriadi, yang meraih medali perak dengan waktu 5 menit 08,43 detik, dan Tri Putra dari Riau yang menyabet perunggu dengan catatan waktu 5 menit 11,96 detik.
Baca Juga: PEPARNAS XVII Solo 2024 Lebih Besar dari Paralimpiade Paris, Menpora Pastikan tidak Ada Kendala
Ammar mengakui bahwa kemenangannya merupakan hasil dari persiapan matang dan disiplin tinggi yang dijalani selama berbulan-bulan menjelang PEPARNAS XVII.
Pada konferensi pers yang digelar di Media Center PEPARNAS XVII Solo 2024, Senin (7/10/2024) Ammar pun mengungkapkan pentingnya kerja keras dan kedisiplinan untuk meraih prestasi.
"Saya berlatih dua kali sehari, pagi dan sore, selama enam bulan terakhir. Intensitas latihan saya kurangi menjadi sekali sehari mendekati hari perlombaan," ujarnya seraya menambahkan bahwa rutinitas latihan yang ketat menjadi kunci keberhasilan yang menjaga performa puncaknya.
Baca Juga: Ismail Abdullatif Angkat Bicara soal Persiapan Bahrain Melawan Timnas Indonesia
Meski begitu, walau telah menjalani latihan intensif, Ammar mengaku masih merasakan gugup saat menghadapi kompetisi. Namun, dengan doa dan persiapan mental yang matang, ia akui berhasil mengatasi rasa gugup tersebut dan tampil sebagai yang tercepat di garis finis.