Kehadiran pemain Indonesia ini mampu meningkatkan ketertarikan publik terhadap Liga Voli Korea di kawasan tersebut.
Baca Juga: Rafael Struick Cetak Gol Debut, Brisbane Roar Gagal Kalahkan Sydney FC di A-League 2024
Fenomena ini juga mendorong Korea Volleyball Federation (KOVO) untuk memperluas kebijakan rekrutmen pemain Asia melalui sistem draft, yang kini menjangkau lebih banyak negara.
Dengan adanya sistem baru ini, Megawati pun menyadari bahwa persaingan akan semakin ketat, dengan lebih banyak pemain berbakat yang datang dari berbagai negara di Asia.
Dalam wawancaranya, Megawati menyatakan bahwa perhatian dan dukungan yang ia terima pada musim lalu memberinya dorongan lebih untuk tampil maksimal.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Barito Putera Gagal Hentikan Amuk Skuad Arema FC
“Musim lalu saya menerima banyak dukungan, dan itu memberi motivasi bagi saya untuk bekerja lebih keras,” ujar Megawati.
“Saya merasa senang bisa berperan dalam meningkatkan popularitas V League musim lalu."
"Namun, dengan adanya penambahan kuota pemain Asia, tentunya persaingan akan lebih sulit. Oleh karena itu, saya bertekad untuk terus bekerja keras,” ujarnya, seperti dilansir dari Dongasports.
Baca Juga: Jelang Laga Liga 1 Melawan Persis Solo, Skuad Super Elang Jawa dalam Motivasi Tinggi Raih Kemenangan
Menghadapi tantangan musim ini, Megawati tetap optimistis dan fokus pada pertandingan selanjutnya melawan Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass yang dijadwalkan pada Minggu, 3 November 2024.
Dengan performa yang terus berkembang dan semangat juang yang tinggi, Megawati diharapkan dapat terus menjadi andalan Red Sparks dalam menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif.
Harapannya, kontribusi Megawati tidak hanya mengangkat prestasi Red Sparks, tetapi juga membawa dampak positif bagi popularitas Liga Voli Korea di Asia Tenggara.***