Sportlinknews - Red Sparks berhasil menjegal lankah IBK Atos yang memburu tujuh kemenangan beruntun di Liga Voli Korea. Megawati Hangestri merangkai poin tertinggi, 23.
Tim putri Red Sparks telah berubah. Komandan dan pemain berusaha untuk lebih dekat satu sama lain melalui komunikasi yang efektif. Dengan cara ini, mereka membanun kepercayaan diri.
Tuan rumah IBK Altos yang lagi kencang-kencangnya dengan merangkum 6 kemenananan beruntun pun tak kuasa membendung Red Sparks. Tampil di hadapan pendukungnya, IBK Altos digerus 3-0 (25-17, 25-23, 25-14).
Baca Juga: Red Sparks Dikejutkan Pepper Saving Bank, Megawati dkk Bikin 20 Kesalahan
Megawati dan Vanya Bukiric jadi penentu kemenangan pada pertandinan di Hwaseong Indoor Gymnasium, Sabtu (30/11) itu.
Sejak awal, Mega dan Bukirich bergantian melancarkan serangan dari ketinggian, membakar lapangan Industrial Bank of Korea hingga rata dengan tanah.
Red Sparks menunjukkan kekuatan serangan yang luar biasa di setiap set, tidak membiarkan satu pun keunggulan, dan memenangkan set tersebut dengan skor 3-0 (25-17, 25-23, 25-14).
Baca Juga: Kualitas Pelaksanaan PON Jadi Pembahasan Serius Rakernas KONI
Megawati mencetak 23 poin, dan Bukirich mengemas 22 poin, termasuk tiga poin berturut-turut terakhi. Kedua pemain tersebut bertanggung jawab atas 60 persen dari total poin tim. Pun mengambil gabungan 33,64% dari rasio serangan dan melakukan serangan yang sengit.
Efisiensi penerimaan juga lebih tinggi, yakni 38,1%, dibandingkan lawan yang hanya 22,06%. Dalam hal memblokir dan melakukan servis, mereka juga memiliki keunggulan masing-masing 7-2 dan 5-1, sehingga berhasil memblokir 7 kemenangan beruntun IBK Altos.
Suasana hati Red Sparks sempat tertekan setelah kalah 1-3 dari Pepper Savings Bank pada pertandingan sebelumnya.
Baca Juga: Mauro Icardi Main Hati dengan Pengacara yang Disewa untuk Kasus Perceraian Wanda Nara
Red Sparks sempat kesulitan karena tidak dapat menunjukkan potensinya secara penuh. Untuk membalikkan suasana hati, ia sempat berbincang dengan pelatih dan para pemain inti.
Saat mereka mulai sedikit lebih memahami pikiran masing-masing, mereka pun melangkah maju sambil memandang 'satu tim'.