"Salah satunya adalah meningkatnya risiko terpapar malware dan pencurian identitas bagi pengguna yang mengakses situs ilegal."
Baca Juga: Kayla Simmons Tampil Memukau Dalam Gaun Tembus Pandang
"Studi pada 2024 menunjukkan bahwa pengguna situs pembajakan di Singapura hampir empat kali lebih rentan terhadap serangan dibandingkan mereka yang mengakses situs resmi,” ujar Cheetham.
Menurutnya, pemblokiran situs pembajakan merupakan langkah penting untuk melindungi konsumen dari berbagai risiko keamanan siber.
Selain itu, ia juga menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh perangkat streaming ilegal (ISD) yang kerap digunakan untuk mengakses layanan pembajakan.
Baca Juga: Ronaldo Datang Lagi Ke Indonesia Besok dengan Private jet
"Studi terbaru mengungkapkan bahwa perangkat streaming ilegal ini sering kali mengandung aplikasi berbahaya dan malware yang sudah terinstal sebelumnya untuk mencuri data pribadi pengguna."
"Bahkan, perangkat tersebut dapat diretas dari jarak jauh dan digunakan untuk melancarkan serangan terhadap perangkat lain serta jaringan yang lebih luas," jelas Cheetham.
Dengan adanya temuan ini, CAP menegaskan pentingnya langkah hukum dalam memberantas pembajakan demi melindungi konsumen dan industri hiburan dari berbagai ancaman yang ditimbulkan oleh layanan ilegal.
Baca Juga: Tersingkir dari Piala Asia U-20, Skuad Garuda Muda Minta Maaf
Pemblokiran situs-situs pembajakan diharapkan dapat menekan angka penggunaan layanan ilegal serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko yang mengintai di balik akses konten bajakan.