SportlinkNews - Lautaro Martinez ‘tidak pernah membayangkan’ menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inter di Liga Champions. Tapi merasa Alessandro Bastoni adalah MVP sesungguhnya saat melawan Feyenoord.
Nerazzurri tampil gemilang di Rotterdam, Kamis 6 Maret 2025 dini hari WIB. Inter menggulung Feyenoord 2-0 lewat gerakan akrobatik Marcus Thuram dan penyelesaian gemilang Lautaro Martinez.
Seharusnya gol ketiga tercipta pada menit ke-65, tetapi penalti Piotr Zielinski berhasil ditepis Timon Wellenreuther.
Baca Juga: Liga Champions | Feyenoord 0-2 Inter: Malam yang Nyaris Sempurna di Rotterdam
Lautaro Martinez tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dalam sejarah Liga Champions, 18 golnya lebih banyak dari Sandro Mazzola di Piala Eropa lama.
“Bangga adalah kata pertama yang terlintas di benak saya, karena saya tidak pernah membayangkan bisa mencapai prestasi ini,” kata Lautaro Martinez kepada Amazon Prime Video Italia.
“Saya berterima kasih kepada Inter, para penggemar, dan rekan satu tim saya. Saya juga berterima kasih kepada keluarga saya, baik di Italia maupun Argentina, karena mereka tetap berada di sisi saya saat senang maupun susah.”
Baca Juga: Hasil Liga 1: Persija Taklukkan PSIS Semarang, Ryo Matsumura dan Gustavo Almeida Sumbang Gol
Lautaro Martinez membela Inter
Inter adalah satu-satunya tim Italia yang masih berlaga di Liga Champions. Tapi juga satu-satunya tim Serie A di tiga turnamen, karena mereka juga berada di semifinal Coppa Italia melawan Milan.
“Banyak sekali pembicaraan tentang Inter, tetapi kami berada di lapangan setiap dua hari selama delapan bulan sekarang. Ada banyak pemain yang juga bermain untuk tim nasional, tetapi kami tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk seragam ini.”
Bastoni terpaksa bermain sebagai bek sayap kiri karena tidak ada alternatif lain, karena Federico Dimarco, Carlos Augusto, Matteo Darmian, dan Nicola Zalewski semuanya cedera.
“Kami kesulitan hari ini dan Bastoni pantas memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan atas semua pengorbanan yang telah dilakukannya,” tegas Lautaro Martinez.
Sang kapten juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengecam beberapa pengkritiknya, termasuk mereka yang menginginkannya menerima larangan bermain di Serie A karena dugaan kalimat penghujatan yang diucapkan di depan kamera, sesuatu yang telah ia bantah dengan keras.
Artikel Terkait
Serie A Pecahkan Rekor di AS dengan Lonjakan Penonton Hingga 50 Persen
DPR Restui Naturalisasi 3 Calon Pemain Timnas Indonesia, Selangkah Lagi Jadi WNI
Megawati Jadi Penonton, Red Sparks Babak Belur Dihajar IBK Altos
Jafar/Felisha dan Amri/Nita Susul Rehan/Gloria ke Babak 16 Besar Orleans Masters 2025
Helm Pembalap F1 Resmi Diperlihatkan ke Publik, Helm Lewis Hamilton Jadi Favorit