Zainudin Amali Soroti Peran Kompetisi Liga 1 dan EPA dalam Transformasi Sepak Bola Indonesia

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Rabu, 9 April 2025 | 18:43 WIB
Zainudin Amali sorot peran kompetisi Liga 1 dan EPA (Liga Indonesia Baru)
Zainudin Amali sorot peran kompetisi Liga 1 dan EPA (Liga Indonesia Baru)

SportlinkNews - FIFA menyebutkan Indonesia kini berada di ranking ke-123 dunia. Hasil ini merupakan pencapaian ranking terbaik Indonesia dalam 15 tahun terakhir.

Rilis terbaru ranking dunia yang dikeluarkan FIFA pada 3 April 2025 itu tentunya disambut suka cita insan sepak bola nasional.

Naiknya ranking Indonesia berkat keberhasilan mengalahkan Bahrain dalam kualifikasi Piala Dunia Grup C Zona Asia.

Baca Juga: Persib akan Ladeni Borneo FC Tanpa Pemain Inti, Nick Kuipers: Semua Baik-baik Saja

Selain itu, proses transformasi sepak bola Indonesia yang dicanangkan PSSI pun mendapatkan progres yang positif dengan naiknya ranking FIFA ini.

Terkait transformasi sepak bola Indonesia ini, Komisaris Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Zainudin Amali, menilai telah membawa dampak signifikan terhadap peningkatan peringkat FIFA Timnas Indonesia.

“Transformasi yang dilakukan PSSI menjadi kunci utama dalam peningkatan ini," ujar Zainudin Amali di Jakarta, Rabu, 9 April 2025.

Baca Juga: Shin Tae-yong Resmi Diangkat Jadi Wakil Presiden Komite Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Korea

"LIB sebagai bagian dari PSSI memiliki peran penting untuk mendukung transformasi tersebut melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas,” tambahnya.

Zainudin Amali menegaskan bahwa kompetisi domestik memiliki dua tujuan utama: menciptakan kompetisi yang sehat dan mempersiapkan talenta terbaik untuk Tim Nasional.

“Liga adalah tempat para pemain mengasah kemampuan mereka. Dari sini, talenta-talenta terbaik lahir dan diproyeksikan untuk memperkuat tim nasional di berbagai jenjang usia,” tambahnya.

Baca Juga: Momen Mengejutkan Suporter Aston Villa dan PSG Tawuran di Paris

Ia juga menyoroti peran Elite Pro Academy (EPA) dalam pembinaan pemain muda. Menurutnya, banyak pemain Timnas U-17 yang merupakan hasil dari pembinaan klub melalui program ini.

“Contohnya seperti Evandra dari Bhayangkara FC. Ini menunjukkan bahwa pembinaan usia dini oleh klub-klub mulai membuahkan hasil,” jelas Zainudin.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: Liga Indonesia Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X