SportlinkNews - Marselino Ferdinan tampaknya tidak terima dengan sindiran Ketua Umum PSSI Erick Thohir usai kekalahan Timnas U-23 Indonesia dari Irak pada perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 pekan lalu.
Usai pertandingan Erick Thohir menyambangi para pemain Timnas U-23 Indonesia di ruang ganti. Itu acap dilakukan Erick Thohir yang juga Menteri BUMN untuk memotivasi skuad Garuda Muda.
Namun, kali ini Erick Thohir agak berbeda. Dia tampak kecewa dengan kekalahan 1-2 Timnas U-23 Indonesia dari Irak. Maklum, kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal mengantongi tiket otomatis ke Olimpiade Paris 2024.
Baca Juga: Cuaca Dingin Menghadang Timnas U-23 Indonesia Jelang Lawan Guinia
Timnas U-23 Indonesia harus melakoni laga playoff antarbenua melawan Guinea di Paris, Kamis (9/5). Beratnya laga yang menjanjikan tiket terakhir ke Olimpiade Paris 2024 ini digelar tanpa penonton.
Kembali kepada kemarahan Erick Thohir di ruang ganti yang diunggah di akun media sosialnya.
"Kita jatuh bersama, bangun bersama. Sepak bola bukan permainan 2 orang, permainan 11 orang," kata Erick Thohir.
Baca Juga: Catat Nih, Spek Motor MotoGP 2027: Pangkas Kapasitas Mesin dan Batasi Top Speed
Kalimat itu boleh jadi menyindir Marselino Ferdinan. Pemain muda ini memang memiliki banyak peluang tapi gagal memanfaatkannya karena dia tidak bekerja sama dengan rekan-rekannya.
Kontan warganet kesal dengan aksinya. Mereka menyerang akun Marselino yang dinilai sebagai penyebab kekalahan Garuda Muda dari Irak.
Marselino Ferdinan menjadi pemain yang paling dihujat oleh netizen karena dinilai terlalu egois dan individual di atas lapangan.
Baca Juga: Menunggu Aksi Bagnaia, Martin, Marquez, dan Bezzecchi di MotoGP Prancis 2024
Ada momen saat Marselino Ferdinan semestinya mengoper bola kepada rekannya yang lebih kosong. Tetapi pemain KSMK Deinze itu justru menyepak bola dan akhirnya peluang terbuang percuma.
Alhasil, media sosialnya dibanjiri hujatan oleh netizen. Sebagian besar tak hanya melayangkan kritik saja, tetapi juga komentar-komentar yang menjurus hinaan dan keluar dari konteks sepak bola.
Artikel Terkait
5 Cara Teknik Rekayasa Olahraga Dampak Teknologi
Sekilas Evolusi Seragam Olahraga Pengaruh dari Teknologi
Shin Tae-yong Mengeluh, Kualitas Lapangan di Prancis Jauh di Bawah Standar
Menunggu Aksi Bagnaia, Martin, Marquez, dan Bezzecchi di MotoGP Prancis 2024
Timnas U-23 Indonesia Otomatis Lolos Olimpiade 2024 karena Guinea Mundur, Apakah Benar?