Hasani menegaskan, bahwa tidak ada anggaran yang mencapai miliaran rupiah untuk menaturalisasi pemain.
"Jujur, sejak saya mendapat tugas mengurus pemain-pemain naturalisasi di era sekarang, tidak ada anggaran yang kita keluarkan untuk pemain," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, PSSI melakukan seleksi pemain berdasarkan saran dari pelatih dan direktur teknik. Kriteria seleksinya adalah pemain dengan kualifikasi luar biasa, atau bermain bagus di posisi yang tidak bisa diambil oleh pemain lokal.
Baca Juga: Pagi-pagi Elkan Baggott Bikin Heboh, Hapus Tulisan PSSI di Akun Instagram Warganet Sarankan Begini
Senin lalu, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah melakukan pertemuan dengan PSSI yang merekomendasikan agar timnas tetap mengutamakan pemain lokal.
Seorang politikus PDIP menyarankan bahwa setiap permainan harus memiliki setidaknya 60 persen pemain asli dalam susunan pemainnya. Namun menurut PSSI, keputusan akhir ada di tangan manajer.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, bertambahnya pemain naturalisasi akan membantu meningkatkan kekuatan timnas dan persaingan antar pemain. Oleh karena itu, dia mengharapkan seluruh pelaku serius menyikapi kebijakan tersebut.
“Kalau ada yang tidak mau bermain, kami akan mencari pemain yang bersedia,” kata Thohir. “Kami tidak ingin memaksa siapa pun.”
Indonesia menuju pertandingan terakhir babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2026, melawan Filipina pada 11 Juni, di kandang Gelora Bung Karno. Skuad Merah Putih perlu mendapatkan tiga poin lagi untuk memastikan tempat di babak ketiga.
Saat ini, Shin dan timnya berada di urutan kedua Grup F dengan tujuh poin, tertinggal 8 poin dari Irak dan satu poin dari Vietnam.