Penanda retroreflektif yang dipasang pada tubuh pelari juga melacak gerakan mereka.
Para peneliti kemudian menggunakan perangkat lunak yang mereka kembangkan secara khusus dalam penelitian ini untuk menghitung pergerakan sendi lutut (fleksi, ekstensi, dan rotasi) berdasarkan gambar yang mereka peroleh. Mereka juga memantau gerakan dada selama latihan.
2. Sol dalam cetak 3D untuk menilai performa atlet
Dalam olahraga tingkat atas, sepersekian detik dapat membuat semua perbedaan.
Baca Juga: Persib Bandung Siap Tempuh Perjalanan Panjang Demi Kalahkan Malut United
Sol dalam yang dibuat khusus dapat meningkatkan performa olahraga dan para peneliti di Empa, ETH Zurich, dan EPFL, semuanya di Swiss, telah mengembangkan perangkat yang jauh lebih canggih daripada sol dalam biasa.
Sol dalam baru ini terdiri dari sensor tekanan dan geser yang dapat mengukur parameter ini secara langsung pada telapak kaki selama semua jenis aktivitas fisik.
“Tekanan yang terekam dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang sedang berjalan, berlari, atau menaiki tangga. Bahkan memungkinkan untuk menentukan apakah mereka membawa beban berat di punggung mereka, yang dalam hal ini tekanan lebih bergeser ke arah tumit,” jelas Gilberto Siqueira, pemimpin proyek dan peneliti di Laboratorium Material Kompleks Empa dan ETH.
Baca Juga: Aplikasi Sobat Liga Diluncurkan, Jawaban untuk Suporter Away di Stadion?
Sol dibuat menggunakan printer 3D, yang dikenal sebagai ekstruder. Dasar sol terbuat dari campuran silikon dan nanopartikel selulosa.
3. Hidrogel penghantar listrik dapat membantu regenerasi otot
Peneliti di Institute of Basic Science (IBS) di Korea Selatan telah mengembangkan prostesis jaringan baru yang terbuat dari hidrogel penghantar yang dapat disuntikkan langsung ke otot yang cedera untuk meregenerasinya dan menyambungkannya kembali ke sistem saraf. Prostesis ini memungkinkan tikus dengan tungkai belakang yang robek untuk berjalan lagi.
Cedera otot seperti terkilir atau robek merupakan cedera olahraga yang umum. Ketika otot robek, komunikasi listriknya dengan sistem saraf terganggu dan tidak lagi berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Dikenal Dunk Paling Sahsyat, Nike Segera Rilis Ja 2 Breaker
Saat ini, cedera ini dapat diobati menggunakan perangkat elektronik portabel atau implan.
Artikel Terkait
Conor Benn Masih Penasaran Ingin Balas Dendam, Arab Saudi Fasilitasi Duel Ulang dengan Chris Eubank
Sepak Bola Malaysia Hadapi Krisis Besar, Klub Terancam Bangkrut
Update Klasemen Serie A: Napoli Favorit Baru Scudetto, Pertarungan Eropa Semakin Ketat
KONI Pusat Gandeng Chandra Asri Group, Barito Pacific dan Barito Renewables Hadirkan Jakarta Martial Arts Extravaganza
Piala Sudirman 2025: Hadapi India, Kekuatan Ganda Jadi Andalan Indonesia
Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Liga 1, Tyronne del Pino Sebut Golnya Anugerah Tuhan