SportlinkNews - Sejumlah teknologi tengah dikembangkan di seluruh dunia untuk meningkatkan performa olahraga.
Penelitian telah menunjukkan bahwa bra olahraga yang bagus penting untuk menyangga payudara dan menunjukkan bagaimana hal itu memengaruhi sendi lutut saat berlari.
Penelitian tersebut membuktikan bahwa bra olahraga, yang tidak banyak berubah selama 50 tahun terakhir, harus dianggap sebagai perlengkapan olahraga tersendiri.
Sol dalam yang dilengkapi sensor dapat digunakan untuk mengukur kemajuan dan performa atlet selama berbagai aktivitas olahraga.
Baca Juga: Teknik Penting Mengatasi Kecemasan dalam Olahraga, Cocok Untuk Atlet Pemula
Peneliti Korea telah mengembangkan hidrogel konduktif yang mampu meregenerasi dan menyambungkan kembali otot yang cedera ke sistem saraf.
Teknologi ini dan teknologi lain yang tengah dikembangkan dapat membantu atlet untuk maju dan meningkatkan performa mereka.
1. Bra olahraga yang bagus dapat meningkatkan performa lari hingga 7%
Selain sepasang sepatu lari yang bagus, bra olahraga yang pas dan menyangga payudara secara efisien penting bagi pelari wanita. Bra olahraga dapat membantu mengurangi nyeri payudara dan meningkatkan performa.
Baca Juga: Kebiasaan Buruk Ketika Merokok, Minum Alkohol dan Kurang Olahraga
Saat payudara tidak disangga dengan baik, tubuh akan mengimbanginya dengan melindunginya dengan cara lain. Kompensasi ini dapat mengurangi performa lari, meningkatkan risiko cedera, dan bahkan menyebabkan nyeri punggung dan dada.
Untuk lebih memahami peran bra olahraga yang bagus pada biomekanik lari, tim peneliti yang dipimpin oleh Douglas Powell dan Hailey Fong dari Breast Biomechanics Research Center di University of Memphis (AS) mempelajari bagaimana mengenakan bra memengaruhi kekakuan sendi lutut selama berolahraga.
Pengukuran biomekanik ini memberikan informasi tentang ketahanan sendi lutut terhadap gaya yang diberikan. Untuk melakukan ini, para peneliti merekrut 12 pelari wanita non-profesional berusia 18–35 tahun dan meminta mereka mengenakan dua bra olahraga yang berbeda: satu dengan penyangga tinggi dan satu lagi dengan penyangga rendah. Kelompok kontrol tidak mengenakan bra sama sekali.
Setiap peserta berlari di atas treadmill yang dilengkapi dengan detektor gaya selama tiga menit. Para peneliti merekam pelari menggunakan sistem penangkap gerakan dengan 10 kamera.
Artikel Terkait
Conor Benn Masih Penasaran Ingin Balas Dendam, Arab Saudi Fasilitasi Duel Ulang dengan Chris Eubank
Sepak Bola Malaysia Hadapi Krisis Besar, Klub Terancam Bangkrut
Update Klasemen Serie A: Napoli Favorit Baru Scudetto, Pertarungan Eropa Semakin Ketat
KONI Pusat Gandeng Chandra Asri Group, Barito Pacific dan Barito Renewables Hadirkan Jakarta Martial Arts Extravaganza
Piala Sudirman 2025: Hadapi India, Kekuatan Ganda Jadi Andalan Indonesia
Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Liga 1, Tyronne del Pino Sebut Golnya Anugerah Tuhan