SportlinkNews - Penelitian inovatif tentang perubahan pada jantung atlet wanita akan menetapkan standar baru untuk perawatan kesehatan jantung wanita.
Sampai saat ini, perubahan pada jantung sebagai hasil dari latihan intensif hanya diukur pada pria.
Namun, penyelidikan skala besar selama lima tahun oleh tim ilmuwan Amsterdam UMC bekerja sama dengan organisasi olahraga NOC*NSF kini menunjukkan bahwa perubahan fisik tersebut jauh dari sama pada wanita.
Baca Juga: Waspadai Cedera Otot, Ancaman Tersembunyi Bagi Atlet dan Penggiat Olahraga
Atlet pria mengembangkan otot jantung yang lebih tebal dan ventrikel yang lebih besar sedangkan wanita hanya menunjukkan ventrikel yang lebih lebar, kata para peneliti.
“Seorang wanita bukanlah versi kecil dari seorang pria,” kata ahli jantung olahraga di Amsterdam UMC Harals Jorstad kepada penyiar NOS.
Studi Jorstad, yang pertama di dunia yang dilakukan dengan sangat rinci, melibatkan pemantauan jantung lebih dari 600 atlet top pria dan wanita selama lima tahun.
Sekitar 170 wanita berpartisipasi, yang semuanya menjalani pemindaian rutin, pemindaian MRI, elektrokardiogram, dan USG.
Baca Juga: Pemain Sepak Bola Diperingatkan Tentang Risiko Demensia Akibat Menyundul Bola
Penelitian tersebut tidak hanya menemukan perbedaan antara jantung pria dan wanita, tetapi juga antara efek berbagai olahraga pada jantung.
"Atlet ketahanan wanita, seperti pesepeda, memiliki ventrikel terbesar dan massa otot jantung terbanyak, lebih banyak daripada, misalnya, pesenam," ujar peneliti Maarten van Diepens.
"Itu menunjukkan cara jantung beradaptasi, sebagian sebagai akibat dari jenis stres," tambahnya.
Atlet pria papan atas lebih sering menjadi berita karena masalah jantung daripada wanita.
Artikel Terkait
Skuat Timnas Indonesia U-23 Dibilang Aneh, Vietnam Lebih Berpeluang Juara dan Catat Rekor Baru
Hasil Piala Dunia Antarklub: River Plate Bungkam Semangat Urawa Red
Gegara Terlihat Berlibur dengan Lamine Yamal, Influencer Fati Vazquez Menerima Ancaman Pembunuhan
Ketua Umum Ferkushi Puji Kaltim Jadi Rakernas Terbaik
6 Medali Emas Jadi Tisu Kematian, di Balik Pemecatan Pelatih Timnas China Usai Kekalahan dari Timnas Indonesia