Berikut adalah panduan praktis untuk menyusun jadwal latihan Anda:
1. Pemisahan Hari: Alokasikan hari terpisah untuk lari jarak jauh dan latihan beban berat pada kaki. Berikan jeda satu penuh untuk pemulihan
2. Jika di Hari yang Sama: Prioritaskan lari lebih dulu, diikuti dengan latihan beban di sesi berikutnya (misalnya, lari pagi, angkat beban sore).
Baca Juga: Pertina Mendapat Perhatian dari Asian Boxing, HBL Berkomitmen Bangkitkan Tinju Indonesia
3. Pemulihan Aktif: Manfaatkan hari setelah latihan gabungan berat untuk pemulihan aktif, seperti lari santai atau yoga ringan.
Dengan strategi ini, Anda tidak hanya akan menjadi pelari yang lebih cepat, tapi juga lebih kuat, bugar, dan terhindar dari cedera.
Memahami kapan harus berlatih keras dan kapan harus memulihkan diri adalah kunci untuk mencapai potensi terbaik Anda.*Gbonk Anaqy
Artikel Terkait
6 Keterampilan Mental yang Harus Dikembangkan Semua Atlet, Dengarkan Suara Malaikat
Barcelona dan Everton Tersingkir, Villarreal Dapatkan Tanda Tangan Talenta Muda Kamerun
Calvin Verdonk Resmi Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Prancis, Begini Komentarnya
Isak Pecahkan Rekor Transfer, Pakai Jersey Nomor 9 Liverpool