Hal ini disebabkan oleh efek lari yang terus-menerus terhadap tulang, sendi, dan otot akibat medan yang menantang serta suhu ekstrem.
Protein penting dalam memperbaiki jaringan, memperkuat jaringan ikat, dan mengurangi peradangan; semua ini tidak akan menyebabkan cedera.
Lebih lanjut, protein yang cukup dalam pola makan mereka akan memastikan tubuh lebih siap untuk pulih dari tekanan fisik yang dialami selama latihan dan diharapkan dapat mengurangi risiko cedera serta menjaga mereka tetap bugar untuk hari perlombaan.
Baca Juga: Ketika Tottenham dan Man United Berada Dalam Situasi yang Sama
Protein merupakan tambahan yang bagus untuk pola makan pelari maraton, terutama karena kondisi iklim dan intensitas latihan.
Semua ini menambah tekanan pada latihan. Protein berkontribusi pada pemulihan, daya tahan, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mencegah cedera, menjaga pelari tetap bugar untuk tampil sebaik mungkin dan tetap sehat selama seluruh rangkaian latihan.
Artikel Terkait
Persib Menang Dramatis atas Selangor FC, Teja Paku Alam Beberkan Pesan Keras Bojan Hodak
Imbas PSSI Tak Gelar Laga Internasional, Dua Pemain Timnas Terancam Tak Main Lama
Komentar Nova dan Evandra Tentang Sejarah Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17
Tim Jay Idzes Makan Korban, Atalanta Pecat Ivan Juric
Mancini Menerima Tawaran Al Sadd Satu Tahun setelah Dipecat Gegara Timnas Indonesia