Lihat postingan ini di Instagram
Pertanyaan lain yang sering diajukan tentang Ramadhan
1. Apakah ada manfaat atau risiko yang terkait dengan puasa Ramadhan?
Puasa untuk tampil di level elit tidaklah maksimal, sehingga dari segi fisiologis tidak ada nilai tambah dari puasa untuk tampil lebih baik. Namun, ada manfaat mental bagi pemain yang berpuasa dalam artian karena mereka tahu kekurangan tenaga, Unsur spiritual Ramadhan secara mental dapat menjadi sumber motivasi atau inspirasi tambahan untuk tampil lebih baik.
Belum banyak penelitian medis yang menganalisis dampak Ramadhan terhadap cedera. Ada dua penelitian yang dilakukan – satu di Qatar, satu lagi di Tunisia – namun keduanya mengikuti metodologi yang berbeda dan menemukan bukti yang bertentangan mengenai frekuensi cedera yang dialami selama Ramadhan dibandingkan dengan periode waktu biasa.
Jadi, saat ini, tidak ada hasil yang jelas dan konklusif yang menunjukkan bahwa Ramadhan menyebabkan risiko cedera yang lebih tinggi. Meskipun kurangnya bukti, para pemain dan staf harus tetap berhati-hati selama periode ini.
2. Dukungan medis, nutrisi, dan psikologis apa yang dapat diberikan klub untuk membantu para pemain menjalani Ramadhan?
Meskipun para pemain perlu memahami konsekuensi Ramadhan terhadap tiga aspek inti – nutrisi, hidrasi, dan tidur – pelatih juga perlu diberi informasi dan sadar tentang bagaimana mereka dapat mengubah jadwal latihan mereka bagi para pemain yang menjalankan Ramadhan.
Misalnya, jika seorang pemain adalah makan besar sebelum matahari terbit menjelang puasa sepanjang hari, maka pelatih dapat menyesuaikan latihan pemain tersebut, idealnya tiga jam setelah makan untuk memastikan mereka memiliki periode pencernaan yang baik.
Kemungkinan lainnya adalah pemain tersebut berlatih di malam hari. Jika seorang pemain berlatih dengan intensitas tinggi di sore hari, setelah sekian lama tanpa mengonsumsi cairan atau nutrisi, maka hal itu tidak akan bermanfaat bagi performa dan kesehatan pemain. Oleh karena itu, komunikasi antara pemain dan staf pelatih sangat penting untuk memastikan adanya strategi bersama dan kolaborasi yang optimal.*
Artikel Terkait
Gagal Bikin Gol dari Jarak 2 Langkah, Ronaldo Terancam Dideportasi
Mau Body Goal seperti Cristiano Ronaldo? Ternyata Begini Pola Latihan dan Makannya
Mike Tysn Vs Jake Paul, Menolak Keras Pakai Pelindung Kepala
Converse, dari Magic dan Bird hingga Shai Gilgeous-Alexander
Barati Cup 2024 Sukses, Kemenpora Minta Digelar Tahunan