sport-science

Rahasia Jadi Pelari Lebih Kuat dan Cepat: Kuncinya Ada pada Jadwal Latihan

Selasa, 2 September 2025 | 09:45 WIB
Pelari bisa mempertahankan kecepatan lebih lama dengan energi yang lebih efisien. (reckontalk)

SportlinkNews - Mengintegrasikan latihan lari dan kekuatan menjadi strategi andal bagi para atlet untuk meningkatkan performa.

Namun, sering kali muncul pertanyaan, "Bagaimana cara menyusun jadwal yang efektif agar keduanya tidak saling mengganggu?"

Sebuah tinjauan ilmiah terhadap 132 studi internasional mengungkapkan, tubuh memerlukan waktu pemulihan 1–2 hari lebih lama setelah sesi latihan kekuatan intensif, dibandingkan lari dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Teknologi Memainkan Peran Penting dalam Latihan Atlet

Hal ini menegaskan bahwa waktu adalah kunci dalam mengoptimalkan kedua jenis latihan ini.

Menggabungkan latihan beban tidak hanya membuat otot lebih kuat, tetapi juga lebih efisien.

Kenji Doma, seorang ilmuwan olahraga, menjelaskan bahwa angkat beban mengubah cara otot merekrut saraf.

Hasilnya, otot menggunakan serat yang lebih tahan lelah, sehingga pelari bisa mempertahankan kecepatan lebih lama dengan energi yang lebih efisien.

Baca Juga: Dawuda Tembus 10 Besar Top Skor Kejuaraan Dunia Voli Putra U21

Tahukah kamu bila jadwal ideal itu menghindari penurunan performa?

Studi yang dilakukan Doma pada 15 pelari membuktikan bahwa menggabungkan lari dan latihan kekuatan dapat meningkatkan performa secara keseluruhan.

Namun, ia menemukan bahwa performa lari cepat menurun drastis jika dilakukan kurang dari 24 jam setelah latihan kekuatan berat, terutama pada bagian kaki.

Baca Juga: Resmi: Legendaris Vardy Bergabung dengan Cremonese sebagai Agen Bebas

Sebaliknya, lari dengan intensitas rendah atau lari pemulihan tidak terpengaruh jika dilakukan minimal enam jam setelah latihan kekuatan.

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB