sport-science

Menemukan Waktu Tepat Berolahraga Saat Puasa Ramadan

Selasa, 24 Februari 2026 | 04:59 WIB
Ilustrasi orang berbuka puasa Ramadan. (SSSPorts)

SportlinkNews - Berolahraga di bulan Ramadan memang punya tantangan tersendiri. Bayangkan pagi hari di taman, udara sejuk menyentuh kulit, tapi perut masih kosong sejak sahur.

Denyut jantung mulai naik saat Anda melakukan pemanasan ringan, keringat mengalir pelan, dan tubuh mencoba menyesuaikan diri dengan energi yang terbatas. Ada rasa puas tersendiri ketika Anda berhasil menyelesaikan latihan meski sedang berpuasa.

Beberapa orang memilih jogging santai atau bersepeda ringan, sementara yang lain melakukan latihan kekuatan di rumah. Sensasinya unik, tubuh terasa lebih fokus karena semua energi diarahkan untuk bergerak, meski kadang rasa lelah muncul lebih cepat.

Baca Juga: Lakers Tersungkur dari Celtics, Worthy: Tidak Ada Semangat!

Pengalaman ini membuat banyak orang menyadari bahwa tubuh bisa menyesuaikan diri lebih cepat dari perkiraan, selama sahur dan iftar cukup bergizi. Terkadang, rasa lapar menjadi teman latihan.

Beberapa atlet mengatakan berolahraga saat perut kosong membantu mereka mengenali batas tubuh, belajar mendengar sinyal energi, dan menyesuaikan intensitas latihan. Keringat yang menetes kadang terasa lebih berat, tapi sensasi ringan dan segar setelah sesi selesai menjadi hadiah tersendiri.

Selain itu, berolahraga saat puasa juga membawa manfaat mental. Fokus, disiplin, dan kemampuan menahan godaan untuk berhenti di tengah jalan ikut terlatih. Banyak yang merasa latihan saat puasa memberi tambahan energi mental, bahkan saat tubuh terasa lelah. Ini menjadikan olahraga Ramadan lebih dari sekadar aktivitas fisik; ia juga latihan ketahanan diri.

Baca Juga: UEFA Skors Prestianni Satu Laga Usai Dugaan Rasisme ke Vinicius Jr

Setelah beberapa hari beradaptasi, banyak orang mulai mencari waktu yang paling nyaman untuk latihan. Beberapa merasa sore hari lebih pas, sementara yang lain memilih menjelang berbuka agar bisa segera mengisi energi kembali. Konsistensi menjadi kunci agar tubuh tidak kaget dan tetap mampu menyesuaikan diri dengan ritme puasa.

Berikut beberapa opsi waktu berolahraga selama Ramadan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya:

1. Sebelum Sahur
Bangun lebih pagi untuk berolahraga? Bisa jadi pilihan. Energi Anda relatif tinggi karena cadangan makanan terakhir saat berbuka masih tersisa. Namun, masalahnya dengan berolahraga pada waktu ini adalah makanan yang Anda makan setelahnya, yaitu sahur, akan dicerna lebih cepat dan Anda akan merasa lapar lebih awal. Selain itu, jam tidur Anda akan berkurang karena harus bangun lebih awal dari biasanya.

Baca Juga: Revolusi Sport Science: AI Prediksi Kelelahan Pemain Muslim di Bulan Ramadan

2. Sore Hari (Setelah Shalat Dzuhur)
Bagi sebagian orang, ini waktu yang paling nyaman Setelah latihan, tubuh terasa segar, energi meningkat, dan suasana hati pun ikut membaik. Tantangannya, air belum tersedia saat berpuasa, sehingga tubuh perlu waktu beberapa hari untuk menyesuaikan diri. Tapi begitu konsisten, adaptasi datang lebih cepat dari yang dibayangkan.

3. Menjelang Berbuka Puasa
Waktu ini menarik karena begitu latihan selesai, makanan dan minuman siap sedia. Ini juga merupakan waktu yang tepat, jika bukan ideal, untuk berolahraga karena makanan dan air tersedia segera setelah Anda selesai berolahraga. Hanya saja, menjelang akhir puasa energi biasanya menurun, jadi intensitas latihan mungkin perlu disesuaikan.

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB