Meski begitu, FIFA memberikan kelonggaran.
Baca Juga: MotoGP dan Harley-Davidson Siapkan Kejuaraan Balap Motor Khusus Harley Mulai 2026
Sebanyak 15 persen kapasitas tribun yang terdampak masih dapat diisi, asalkan diisi oleh komunitas khusus seperti keluarga, pelajar, perempuan, atau komunitas anti-diskriminasi.
Dengan syarat, komunitas tersebut harus membentangkan spanduk bertema kampanye anti diskriminasi.
“PSSI juga diminta untuk memberikan rencana distribusi tempat duduk kepada FIFA, paling lambat 10 hari sebelum pertandingan,” jelas Arya.
Baca Juga: Tunjukkan Permainan Brilian, Borneo Hornbills Jegal Bima Perkasa Jogja
Lebih lanjut, Arya mengungkapkan bahwa PSSI berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada suporter agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia menekankan pentingnya literasi dan pembelajaran mengenai nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan penghormatan dalam sepak bola.
“FIFA meminta kami menyusun rencana komprehensif untuk melawan diskriminasi di sepak bola Indonesia."
Baca Juga: Persis Solo vs PSBS Biak, Ong Kim Swee: Tim Berada dalam Posisi yang Sulit
"Ini adalah pelajaran penting yang harus kita tanggung bersama,” tutup Arya.
Dengan adanya sanksi ini, diharapkan seluruh elemen sepak bola nasional dapat bersatu membangun atmosfer pertandingan yang positif, edukatif, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas demi kemajuan sepak bola Indonesia ke level internasional.
Artikel Terkait
Gaji Seminggu Haaland di Man City Bisa Beli 2 Ferrari
Pengembaraan Ekonomi Bintang Gulat Yunani yang Menjanjikan, Nikoleta Barba
Jenius Serbia dan Pemain Spesial Indonesia Tak Ada, Ko Hee-jin Beruntung Red Sparks Masih Punya Setter Terbaik Korea
Harry Kane Patahkan Kutukan Trofi Saat Bayern Munich Pastikan Gelar Bundesliga
Persija Tampil Apik Lawan Bali United, Ricky Nelson: Skema Berjalan Sesuai yang Kami Latih