SportlinkNews - Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menuai sorotan terkait gaya kerjanya yang dinilai belum menyatu sepenuhnya dengan lingkungan sepak bola Tanah Air.
Sejak resmi ditunjuk oleh PSSI pada Januari lalu menggantikan Shin Tae-yong, Kluivert belum menetap secara permanen di Indonesia, meski ia memegang peran penting dalam proyek besar menuju Piala Dunia 2026.
Catatan kehadiran Kluivert di Indonesia tergolong minim.
Baca Juga: Tyrone del Pino Fokus ke Dua Laga Sisa, Ogah Komentar Soal Kariernya di Persib
Setelah diperkenalkan pada 12 Januari, ia langsung kembali ke Belanda dan baru kembali ke Indonesia pada awal Februari.
Saat itu, Kluivert menjalankan agenda menonton pertandingan Liga 1 dan menyambangi markas Dewa United.
Selanjutnya, ia hanya terlihat kembali saat jeda internasional Maret untuk mendampingi timnas menghadapi Bahrain.
Baca Juga: Gantikan Paul Munster, Uston Nawawi Diharapkan Bisa Bawa Kemenangan Bagi Persebaya
Selebihnya, aktivitas langsung Kluivert bersama dunia sepak bola Indonesia nyaris tidak terlihat.
Di sisi lain, justru asistennya, Gerald Vanenburg, yang aktif menjalin komunikasi dengan klub-klub Liga 1, termasuk menghadiri sesi latihan tim.
Ketidakhadiran Kluivert dalam dinamika sepak bola domestik ini pun menimbulkan pertanyaan besar.
Baca Juga: Ultras Milan Protes setelah Keok di Coppa Italia: Kami Biarkan Kalian Sendiri dengan Rasa Malu
Bahkan, media Korea Selatan seperti News Star Korea sempat menyindir situasi ini dan membandingkannya dengan kasus Juergen Klinsmann yang sempat melatih timnas Korea Selatan tanpa tinggal di negara tersebut.
Komentar sinis pun bermunculan, termasuk menyebut Kluivert sebagai "Klinsmann kedua" setelah ia dilaporkan menonton laga El Clasico di Spanyol alih-alih memantau pemain di kompetisi lokal.
Artikel Terkait
David Beckham Ngaku Tidur dengan Sederet Wanita Cantik, Istrinya Hanya Bisa Tarik Napas
Momen Mengerikan Derbi Espanyol Vs Barcelona, 13 Suporter Terluka Ditabrak Mobil
Crystal Palace Vs Manchester City: Lima Alur Cerita Final Piala FA yang Penting
Son Heung-min Diperas dengan Kehamilan Palsu, Polisi Tangkap 2 Pelaku
Sempat Meroket, Popularitas V-League Liga Voli Korea Anjlok Lagi Tanpa Megawati