"Pertama, kami sudah memastikan bahwa Sano telah berbicara dengan pihak terkait. Kedua, dia sangat menyesal atas perbuatannya."
Baca Juga: Napoli Vs Cagliari: Penentuan Scudetto Serie A Kemungkinan Tanpa 4 Pemain
"Ketiga, jaksa memutuskan untuk tidak melanjutkan tuntutan, sehingga kasus itu ditutup tanpa dakwaan pidana," jelas Yamamoto, dikutip dari Nikkan Sports.
Hajime Moriyasu sendiri mengaku telah berbicara langsung dengan Sano.
Pelatih berusia 56 tahun itu menilai sang pemain memiliki penyesalan mendalam dan semangat tinggi untuk memperbaiki diri.
Baca Juga: Como Vs Inter: Bocoran Rencana Perubahan Susunan Pemain Inzaghi
"Saya menghubunginya langsung dan saya bisa merasakan penyesalannya yang tulus," ujar Moriyasu.
Menurut Moriyasu, performa Sano selama di Jerman menunjukkan bahwa ia tetap bermain dengan kesungguhan dan keinginan untuk memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
Karena itu, pelatih kepala tersebut memutuskan memberi kesempatan kedua bagi sang pemain.
"Kami menyambutnya kembali sebagai bagian dari tim nasional yang ingin memberi sumbangsih."
"Sebagai pelatih dan pribadi, saya lebih memilih untuk mengajak anggota keluarga yang sempat salah untuk mencoba kembali, daripada mengucilkannya," tambah Moriyasu.
Pemanggilan kembali Kaishu Sano menunjukkan sikap inklusif dari timnas Jepang yang mengedepankan pemulihan, tanggung jawab, dan kesempatan kedua sebagai bagian dari filosofi kebersamaan dalam olahraga.
Artikel Terkait
Petinju Inggris Kalah Melawan Kanker 2 Minggu Setelah Menikah
Aneh, Kapten Son Tak Kebagian Medali Juara Liga Europa, Begini Penjelasan UEFA
Memahami Emosi Kolektif untuk Mengoptimalkan Kinerja Olahraga
Perenang Ini Mendadak Jadi Miliuner dalam 21 Detik, tapi Tak Diakui World Aquatics
Megawati Minta Maaf Usai Amarahnya Meledak Dikritik Penggemar