Hingga saat ini, Indonesia telah memanggil 36 pemain keturunan, sementara Malaysia tercatat memiliki 25 pemain diaspora.
Baca Juga: Cole Palmer Bergaya dengan Jam Tangan Richard Mille Seharga Rp 4,3 Miliar
Kondisi ini berbanding terbalik dengan Vietnam yang baru memiliki lima pemain keturunan sepanjang sejarah sepak bolanya.
Mantan pelatih timnas Vietnam, Philippe Troussier, sebenarnya telah menyarankan agar federasi membuka pintu lebih lebar bagi pemain diaspora, namun belum ada perubahan signifikan hingga kini.
Kekalahan dari Malaysia disebut sebagai alarm keras bahwa Vietnam harus berubah.
Baca Juga: KONI Depok Apresiasi Tiga Atlet Hapkido Peraih Medali Emas SEAHU Championship 2025
Jika tidak, mereka akan terus tertinggal dalam persaingan menuju panggung besar seperti Piala Asia maupun Piala Dunia.
Dalam artikel tersebut, Vietnam News bahkan memberikan refleksi mendalam bahwa sepak bola kini bergerak menuju arah yang lebih global.
Perbedaan warna kulit atau asal-usul tidak lagi menjadi penghalang, karena yang terpenting adalah niat dan dedikasi untuk membela negara yang dipilih.
Artikel Terkait
CEO Al-Hilal: Negosiasi Inzaghi Rumit Terkait Ikatan Inter
Diego Simeone Hindari Pertanyaan Soal Wasit saat Atletico Dipermalukan PSG
Resmi Air Jordan 14 Ferrari Muncul, Ada Ukuran Dewasa dan Sepatu Sekolah
Piala AFF U-23: Duel Krusial Timnas Indonesia Vs Malaysia di SUBGK
Gattuso Menjadi Pelatih Italia ke-23 Sepanjang Sejarah, ke-15 dalam 50 Tahun