Naturalisasi Pemain di Asia Tenggara Disorot Publik China Usai Keberhasilan Timnas Indonesia

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Kamis, 19 Juni 2025 | 23:30 WIB
Keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 disorot media China karena kekuatan pemain naturalisasi. (pssi)
Keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 disorot media China karena kekuatan pemain naturalisasi. (pssi)

“Banyak tim di Asia juga meningkatkan naturalisasi mereka secara bertahap, kasus terbaru adalah Malaysia,” tulis 163.com.

Baca Juga: Andrea Dovizioso Jadi Pembalap Penguji dan Penasehat Performa Pembalap Yamaha MotoGP

“Menurut laporan terbaru, mereka telah menyaring 37 pemain yang berpotensi dinaturalisasi dari Argentina.”

Langkah ini disebut berhasil meningkatkan kekuatan skuad Malaysia, yang terbukti lewat kemenangan atas Vietnam dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2027.

Namun di balik tren meningkatnya kekuatan tim-tim Asia Tenggara, justru publik China mencemaskan masa depan tim nasional mereka sendiri.

Baca Juga: Indonesia Incar Kemenangan Kontra Bahrain demi Jalur Ringan di Perempat Final

China, yang sebelumnya disebut sebagai pelopor naturalisasi di Asia, kini justru mengalami penurunan performa.

Kekuatan lawan yang meningkat membuat jalan China semakin terjal dalam berbagai turnamen internasional.

“Sementara itu, Timnas China merupakan tim paling pelopor naturalisasi pemain di Asia,” tulis 163.com. “Akan tetapi, China justru tidak diuntungkan dengan kebijakan ini.”

Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Negara Timur Tengah

Kondisi ini disebut makin diperparah oleh kampanye antikorupsi yang terjadi dalam dunia sepak bola di China, yang dinilai berimbas pada sistem dan pembinaan pemain.

“Kekuatan lawan semakin meningkat, sementara kekuatan China semakin menurun akibat kampanye antikorupsi sepak bola Tiongkok sebelumnya."

"Ke depannya, jumlah lawan yang mudah diatasi Tiongkok semakin sedikit,” tutup 163.com.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: 163.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X