SportlinkNews - Gagalnya Garuda Pertiwi menghadapi Pakistan membuat persaingan di Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 menjadi semakin ketat.
Timnas Indonesia pada laga pertama berhasil menundukkan Kyrgyztan dengan skor 1-0 lewat tendangan apik Isa Warps. Sementara Pakistan yang menghadapi China Taipei harus rela dicukur 0-8.
Di laga kedua, Indonesia berhadapan dengan Pakistan yang baru saja disikat China Taipei.
Baca Juga: Damien Comolli: Juventus Harus Belajar Kembali Cara Menang sebagai Klub
Tapi diluar dugaan, Pakistan mampu bangkit dan memberikan kejutan kepada Indonesia dengan mencetak dua gol ke gawang Garuda Pertiwi di menit ke-8 dan 18.
Meski Indonesia memiliki penguasaan bola 62 persen di babak pertama namun upaya Indonesia seolah membentur tembok kokoh.
Pakistan yang bermain sabar dengan tanpa ragu menarik seluruh pemainnya ke lini pertahanan saat Garuda Pertiwi melakukan serangan.
Baca Juga: FORNAS VIII NTB 2025: Panggung Raksasa untuk Olahraga Masyarakat Indonesia
Hasilnya, Garuda Pertiwi seolah menghadapi lini pertahanan yang kuat, apalagi kiper Ziana tampil prima dengan beberapa penyelamatan yang dilakukannya.
Ikhtiar Garuda Pertiwi sangat kuat tapi kenyataannya berkata lain. Pakistan unggul 2-0 atas Indonesia hingga babak kedua kelar.
Sementara itu China Taipei berhasil mengalahkan Kyrgyztan dengan skor 3-0. Hasil ini tentu saja membuat China Taipei memimpin klasemen sementara Grup D dengan 6 poin hasil dua kemenangan.
Baca Juga: Drama Dua Gol, Dortmund Libas Monterrey dan Siap Balas Dendam ke Madrid
Sementara Pakistan berada di peringkat kedua klasemen setelah mengalahkan Indonesia 2-0.
Indonesia juga memiliki nilai yang sama dengan Pakistan namun kalah dalam selisih gol dan berada di peringkat ke-3. Sedangkan Kyrgyztan berada di peringkat terakhir klasemen Grup D.
Artikel Terkait
Shafira Ika, Kapten Timnas Putri Indonesia yang Pernah Alami Cedera Mengerikan
Statistik Lima Terbaik Liga Primer Musim 2024/2025, Liverpool Mendominasi
Statistik PSG 5-0 Inter: Desire Doue Tampil Memukau Saat Mencatat Kemenangan Terbesar Sepanjang Masa di Final Liga Champions
Dari Silat ke Sepak Bola: Kisah Octavianti Dwi Menjadi Jantung Garuda Pertiwi