Catatan Final AFF U23: Ini Perjalanan Proses...

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 30 Juli 2025 | 11:05 WIB
Wartawan sepak bola senior M. Nigara menyoroti performa Marselino Ferdinan dan Witan Sulaiman. (SportlinkNews)
Wartawan sepak bola senior M. Nigara menyoroti performa Marselino Ferdinan dan Witan Sulaiman. (SportlinkNews)

  • M. Nigara
    Wartawan Sepakbola Senior

SportlinkNews - Olahraga itu butuh proses. Sepak bola, butuh perjalanan proses. Prestasi bukan ujug-ujug dapat diraih.

Kalimat ini, bagi banyak pihak, bisa dianggap penghibur. Bisa juga dianggap alibi, setelah timnas U23 Indonesia kalah lagi di final AFF dari Vietnam, 0-1.

Saya menghormati semua pendapat. Sah saja kita berbeda. Namun sejauh-jauhnya perbedaan, tujuannya tentu untuk perbaikan agar satu hari nanti prestasi besar, bisa dicapai.

Saat ditanya Windy Welingtonia, host Apa Kabar Indonesia Malam, tvone, beberapa saat jelang partai final, Selasa (29/7/25) malam, saya tegaskan: "Melawan Vietnam, berat dan berat sekali, " Ini bukan tanpa alasan. Bukan juga semata-mata karena Vietnam adalah juara bertahan, dua kali berturut-turut juara, 2022 dan 2023, tapi lebih pada soliditas dan kerasnya gaya main mereka.

Baca Juga: Timnas U23 Vietnam Tiga Kali Juara Asia Tenggara, Perdana Menteri Pham Minh Chinh Langsung Perintahkan Ini

Dan, terpenting, timnas U23 Indonesia selalu punya beban berlebih jika bertemu dengan Golden Star Warriors alias Vietnam.

Sejak lama, timnas kita di semua lapisan, selalu dianggap musuh bersama tidak hanya oleh Vietnam, tapi juga Thailand dan Malaysia.

Bagi mereka, 'sepertinya' kalah lawan siapa pun tidak masalah, asal tidak dari timnas Garuda.

Baca Juga: Catatan Nigara (2): Soal Naturalisasi, Untuk dan Demi Merah-Putih

Meski ada perasaan sedih karena anak-anak kita gagal mengulang keberhasilan juara 2019, juga gagal menghentikan dominiasi Vietnan, saya kembalikan ke perjalanan proses.

Tak akan ada prestasi tanpa proses. Tak ada proses tanpa keseriusan. Tak ada keseriusan tanpa kemauan.

Jadi, kegagalan ini (meski telah berulang) tapi inilah proses itu. Gerald Marvin Vandenberg, pelatih asal Belanda, belum sekali pun melakulan uji coba internasional.

Baca Juga: Sang Profesor Thom Haye Masih Nganggur, Begini Saran Penggemar Sepak Bola Nasional

Dan, jangan lupa, anak-anak ini telah lebih dari dua tahun berada di tangan Shin Tae-yong. Kita tahu, STY dan Vandenberg berbeda pola dan strateginya.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X