Hingga Sabtu (30/8/2025), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum terlihat menemui massa aksi.
Ketidakjelasan ini membuat masyarakat masih bertanya-tanya kapan ketegangan bisa mereda.
Baca Juga: Kostas Tsimikas Resmi Tinggalkan Liverpool dan Berlabuh di Roma
Situasi sosial yang tak menentu juga berdampak pada kompetisi sepak bola tanah air.
Penyelenggara Super League 2025-2026 menunda dua pertandingan besar dengan alasan keamanan, yakni laga Persib Bandung kontra Borneo FC serta PSM Makassar menghadapi Persebaya Surabaya.
Penundaan ini semakin menunjukkan bagaimana tensi sosial memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Kemenangan Tandang AC Milan Menghadapi Lecce di Pekan Kedua Serie A
Jordi Amat berharap semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, bisa menemukan jalan tengah untuk mengakhiri krisis.
Menurutnya, hanya dengan dialog dan solusi konkret, kondisi Indonesia bisa kembali aman dan stabil.
Artikel Terkait
Pengamat: Performa Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2025 Belum Stabil, 80 Persen Masih Berproses
Ruben Amorim Curhat: Terkadang Ingin Berhenti, Kadang Ingin Terus Bertahan 20 Tahun
Jadwal Pertandingan Liga Primer Pekan Ketiga, Manchester United akan Diuji Tim Promosi Burnley
Tottenham Hotspur Resmi Rekrut Xavi Simons dari RB Leipzig, Pakai Nomor Punggung 7 Peninggalan Son Heung-min
Gol Loftus Cheek dan Pulisic Bawa AC Milan Menangkan Laga Atas Lecce