SportlinkNews - Wasit Mesir Mohamed Kamal Reesha, analis wasit Al-Riyadh, mengkritik penilaian teknis wasit Kuwait Ahmed Ali, yang memimpin pertandingan tim nasional sepak bola Arab Saudi melawan timnas Indonesia, Kamis 9 Oktober 2025 dini hari WIB.
Reesha mencatat bahwa pertandingan yang dimenangkan Green Falcons 3-2 tersebut bebas dari kesalahan wasit yang signifikan.
Reesha, wasit internasional yang telah pensiun, yakin bahwa teknologi Video Assistant Referee (VAR) menyelamatkan Ali dalam tiga tendangan penalti yang diberikan.
Baca Juga: Italia Condong ke Formasi 4-4-2 Adaptif untuk Laga Penting Melawan Estonia
Ia berkata: "Wasit memiliki kebugaran fisik yang tinggi dan gerakannya yang baik, namun ia tidak dapat mendeteksi pelanggaran dalam tiga penalti tersebut, dan teknologi video membimbingnya ke sana, karena ia tahu bahwa pelanggaran tersebut sebagian besar jelas."
Wasit Kuwait tersebut memberikan satu tendangan penalti kepada Green Falcons dan dua kepada tim Indonesia, setelah melihat sendiri pelanggaran tersebut di layar VAR di belakang lapangan Stadion Al-Enma.
Reesha berkomentar: "Timbuktu jelas menyentuh bola dengan tangannya, begitu pula Bushal, dan Al-Buraikan terjatuh setelah ditarik kausnya."
"Wasit seharusnya menyadari ketiga insiden ini, yang tidak terjadi, menunjukkan penilaian teknis yang salah yang telah diperbaiki oleh teknologi."
Analisis tersebut tidak sependapat dengan wasit karena tidak memberikan kartu kuning kepada Nawaf Bushal dalam tendangan penalti kedua Indonesia.
Ia menyatakan bahwa handball bek sayap tersebut menghilangkan peluang lawan untuk mencetak gol dan seharusnya dihukum dengan kartu kuning.
Baca Juga: Peluang dan Skenario Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026 Usai Tumbang dari Arab Saudi
Di sisi lain, Reesha sependapat dengan Al-Ali yang mengeluarkan gelandang Saudi Mohammed Kano dengan dua kartu kuning pada masa injury time babak kedua.
Ia berkomentar: "Kanno menunda dimulainya kembali pertandingan, jadi ia pantas mendapatkan kartu kuning pertama, lalu menolaknya dengan cara yang tergolong perilaku tidak sportif.
Artikel Terkait
Jelang Musorprovlub, KONI Aceh Gelar Rakorsus
Kehilangan Enam Pilar, O2C Rajawali Andalkan Pemain Muda di Final Four Livoli 2025
Drama di Jeddah: Indonesia Gagal Curi Poin, Tapi Asa Piala Dunia Masih Terbuka
Patrick Kluivert Evaluasi Kekalahan Indonesia dari Arab Saudi: "Kami Kehilangan Kendali Permainan"
Komentar Pelatih Arab Saudi Usai Taklukkan Timnas Indonesia, Herve Renard: Saya Melihat Kualifikasi di Mata Abu Al-Shamat