Kekalahan di Jeddah Jadi Cermin: Timnas Butuh Arah Jelas Pasca Shin Tae-yong

Suryansyah, Sportlink News
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:13 WIB
Shin Tae-yong tak melupakan dukungan suporter Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong tak melupakan dukungan suporter Timnas Indonesia.

  • Erwin Muhammad
    SIWO PWI

SportlinkNews - Kekalahan Timnas Indonesia dari Arab Saudi di Jeddah, Kamis, 9 Oktober 2025 dini hari WIB, bukan sekadar hasil negatif dalam lembar statistik.

Pertandingan ini menjadi cermin besar tentang arah dan fondasi sepak bola nasional yang tampak kehilangan bentuk setelah berakhirnya masa kepemimpinan Shin Tae-yong.

Dalam laga yang berakhir dengan skor mencolok itu, Timnas tampil tanpa karakter. Koordinasi lini belakang mudah terurai, serangan tersendat di lini tengah, dan nyaris tak ada upaya kolektif yang menunjukkan identitas permainan yang jelas.

Baca Juga: Klasemen Play-off Piala Dunia 2026: Gol Sebelum Pertandingan, dan Wasit Fair Play

Ini kontras dengan gaya era Shin Tae-yong yang menekankan kedisiplinan, pressing ketat, dan kecepatan transisi.

Bagi banyak pendukung, kekalahan di Jeddah bukan sekadar soal kalah, melainkan soal kehilangan arah.

Di bawah Shin Tae-yong, Timnas memang belum mencapai prestasi puncak. Namun publik dapat melihat progres yang terukur — baik dari sisi mental bertanding, kebugaran fisik, maupun konsistensi taktik.

Kini, setelah perubahan di kursi kepelatihan, identitas itu tampak kabur.

Baca Juga: Timnas Indonesia: Rasa, Keadilan dan Etika

Tak butuh waktu lama bagi media sosial untuk menjadi ruang evaluasi terbuka. Gelombang kritik dan tuntutan kepada pelatih dan PSSI bermunculan dengan nada yang nyaris seragam: “Tim ini kehilangan arah.”

Banyak netizen mengaitkan penurunan performa dengan absennya figur Shin Tae-yong, yang dianggap berhasil menanamkan disiplin dan etos kerja khas Korea Selatan.

Fenomena nostalgia ini bukan semata kerinduan emosional, tetapi juga refleksi publik terhadap kebutuhan akan kepemimpinan yang visioner.

Baca Juga: Mentalitas Jadi Kunci! Indonesia Waspadai India di Semifinal Piala Suhandinata 2025

Di tengah hasil minor dan permainan tanpa konsep yang jelas, nama Shin Tae-yong menjadi simbol dari masa transisi yang terarah — sebuah periode di mana Timnas mulai belajar untuk bermain sebagai tim modern.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X