Sportlinknews - Tim bulutangkis junior Indonesia kembali menunjukkan performa gemilang dengan menaklukkan Chinese Taipei di perempat final BWF World Junior Mixed Team Championships 2025.
Bermain di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Kamis, 9 Oktober 2025, Indonesia menang dua set langsung dengan skor 45-35, 45-35.
Hasil tersebut memastikan langkah Indonesia ke babak semifinal sekaligus menjaga asa untuk mempertahankan gelar juara dunia junior.
Baca Juga: Jay Idzes Minta Suporter Tetap Dukung Timnas Indonesia Usai Kalah dari Arab Saudi
Pelatih Andrei Adistia, yang mendampingi tim di laga tersebut, mengaku puas dengan kontribusi seluruh pemain yang diturunkan. Menurutnya, mentalitas menjadi kunci penting di balik performa solid tim.
"Alhamdulillah, siapapun yang diturunkan bisa menyumbangkan angka. Edsel dan Barrok kemarin sempat tertinggal di set pertama lawan Hong Kong, tapi mereka bisa bangkit di dua set berikutnya," ungkapnya.
"Secara mental mereka juga makin kuat. Hari ini di perempat final lawan Chinese Taipei, mereka justru jadi penentu di partai kelima," tambah Andrei lagi.
Baca Juga: Indra Sjafri Cari Format Terbaik Timnas U-22 Indonesia Lewat Laga Kontra India
Jelang laga semifinal menghadapi tuan rumah India, Andrei menyebut tim pelatih akan melakukan analisis mendalam terhadap calon lawan. Ia menilai India patut diwaspadai setelah kemenangan atas Korea Selatan yang cukup mengejutkan.
"Kita akan pelajari video lawan dan evaluasi bersama atlet sore atau malam ini. Besok pagi kita review lagi untuk pengingat, yang pasti melawan India, kita tetap faith," tegasnya.
Sementara itu, ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok mengaku senang bisa menjadi penentu kemenangan tim Indonesia setelah sebelumnya tampil kurang maksimal saat melawan Hong Kong.
Baca Juga: Bojan Hodak Minta Pemain Persib Maksimalkan Peluang di Timnas Indonesia
"Hari ini kami senang banget bisa menang sebagai penentu. Kemarin waktu jadi pertandingan pembuka lawan Hong Kong, performa kami jelek. Tapi kami belajar, introspeksi, dan hari ini tampil lebih semangat serta on fire," ucapnya.
Rekannya, Raihan Daffa Edsel Pramono, menambahkan bahwa menjadi partai penutup justru memberinya ketenangan lebih.
"Kalau pertandingan pembuka lebih deg-degan karena skor masih 0-0 dan harus ambil poin sebanyak mungkin. Tapi tadi sebagai penutup, kami lebih tenang karena tim sudah unggul jauh," katanya.
Baca Juga: Jordi Alba Resmi Gantung Sepatu di Akhir Musim, Catat 459 Penampilan Bersama Barcelona
Dari sektor ganda putri, Riska Anggraini juga mengapresiasi performanya bersama Rinjani Kwinnara Nastine, yang tampil rangkap di beberapa nomor. Ia mengaku cukup puas dengan permainannya di laga ini.
"Hari ini permainan kami lebih baik dan sudah bisa mengatasi kesulitan di lapangan. Karena Jani (Rinjani) main rangkap, saya berusaha bantu menutup area dan jaga fokus supaya dia tidak terlalu kelelahan," ujar Riska.
Menghadapi India, Riska menilau kesiapan mental menjadi faktor utama. Meski secara teknis setara, tetap melawan tuan rumah dinilainya selalu saja akan lebih berat.
"Sebab yang dihadapi bukan pemainnya saja, tetapi tekanan dari faktor non teknis lainnya," tukasnya.
Artikel Terkait
Indonesia Vs Hong Kong: Pertarungan Krusial Menuju 8 Besar Piala Suhandinata 2025
Comeback Gemilang! Indonesia Amankan Tiket 8 Besar Piala Suhandinata 2025
Ubed Ungkap Kunci Ketenangan di Balik Lolosnya Indonesia ke Perempat Final Piala Suhandinata 2025
Juara Grup F, Indonesia Hadapi China Taipei di 8 Besar Piala Suhandinata 2025
Tim Junior Indonesia ke Semifinal Piala Suhandinata 2025 Usai Libas China Taipei 2-0