Ruang Ganti Timnas Indonesia Ambruk di Hari Berakhirnya Perjalanan 731 Hari Berburu Tiket Piala Dunia

Suryansyah, Sportlink News
- Senin, 13 Oktober 2025 | 08:10 WIB
Ole Romeny merasa kecewa Indonesia gagal ke Piala Dunia.
Ole Romeny merasa kecewa Indonesia gagal ke Piala Dunia.

SportlinkNews - Perjalanan impian timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 selama 731 hari telah berakhir.

Pelatih Patrick Kluivert, yang menyaksikan apa yang terjadi di ruang ganti setelah kekalahan dari Irak, mengungkapkan rasa patah hati yang mendalam.

Impian Indonesia ke Piala Dunia 2026 resmi pupus setelah kekalahan 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.

Baca Juga: Kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Media Vietnam Soroti Kesalahan Fatal PSSI

Pelatih Patrick Kluivert terlihat dua kali memukul kursi dan menutupi wajahnya dengan frustrasi.

Setelah itu, pelatih Belanda itu menyeka wajahnya dengan handuk, memperlihatkan wajah sedih dan berlinang air mata.

Para pemain pun tak kuasa menyembunyikan haru mereka. Gelandang Thom Haye menangis tersedu-sedu di lapangan sebelum membenamkan wajahnya di balik kausnya setelah menerima simpati dari Jay Idzes.

Sementara penyerang Ole Romeny terbaring di rumput dengan tatapan kosong, memaksa gelandang Irak sekaligus satu-satunya pencetak gol dalam pertandingan tersebut, Zidane Iqbal, untuk mendekat dan mencoba menghibur lawannya.

Baca Juga: Zidane Iqbal Jadi Sorotan Usai Gol Penentu ke Gawang Timnas Indonesia di Jeddah

Di kejauhan, pemain sayap Ramadhan Sananta duduk merenung, seolah tak percaya bahwa Indonesia telah kehilangan harapan.

Sesampainya di ruang ganti, suasana duka terus menyelimuti.

Seperti yang diungkapkan pelatih Patrick Kluivert, ia tak tahu harus berkata apa karena terlalu memilukan menyaksikan penderitaan para pemain.

Baca Juga: Saat Mimpi Garuda Diuji Bukan Takluk

"Mereka masih sangat muda, tetapi mereka menunjukkan semangat dan kualitas yang luar biasa, menciptakan penampilan gemilang melawan lawan yang peringkatnya jauh lebih tinggi di FIFA," ujar ahli strategi asal Belanda itu.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X