Menurut keterangan resmi, kasus kehilangan tiket justru terjadi pada jatah tiket untuk pendukung Arab Saudi yang dijual ulang melalui aplikasi pihak ketiga.
“Tiket yang hilang bukan berasal dari sistem Garuda Saudi, melainkan akibat praktik calo di luar kendali kami."
Baca Juga: Anfield Ciptakan Rekor Baru Jumlah Penonton Terbanyak di Benua Eropa
"Semua tiket yang dibeli resmi lewat Garuda Saudi dan KitaGaruda.id aman dan terverifikasi,” tulis pernyataan tersebut.
Garuda Saudi mengakui bahwa sistem distribusi tiket kali ini masih dalam tahap penyempurnaan.
Sistem baru tersebut diterapkan atas permintaan SAFF untuk menekan praktik percaloan yang sempat marak pada tahun 2024.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Menjelang Duel Manchester City vs Liverpool di Etihad
“Kami berupaya menerapkan sistem baru agar penjualan lebih transparan dan terkendali."
"Meski belum sempurna, langkah ini diambil demi melindungi suporter dari calo tiket,” lanjut pernyataan resmi Garuda Saudi.
Lebih jauh, komunitas ini menegaskan bahwa mereka bukan perpanjangan tangan federasi, melainkan mitra komunitas yang dipercaya membantu distribusi tiket dan koordinasi dukungan di stadion.
Baca Juga: Marc Marquez Dinobatkan Kembali sebagai Peraih BMW M Award 2025 Singkirkan Sang Adik
“Kami hanya ingin meluruskan isu yang tidak benar. Semua proses dilakukan terbuka dan berdasarkan arahan resmi."
"Kami tidak memiliki kepentingan lain selain mendukung Timnas Indonesia di luar negeri,” tulis Garuda Saudi.
Sebagai penutup, mereka mengundang Bung Harpa untuk melakukan klarifikasi langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman di publik.
Baca Juga: Mantan Pemain Real Madrid Mengkritik Lamine Yamal Tak Punya Jiwa Maupun Esensi
Artikel Terkait
Sunderland 2 Arsenal 2: Gol Penyeimbang Akrobatik Brian Brobbey Rentetan Kemenangan Berakhir
Chelsea 3 Wolves 0: The Blues Naik Ke Posisi Kedua, Tim yang Berjuang Tanpa Manajer Kini Terpaut Delapan Poin
PSSI Terima Sanksi Terberat Ketiga di Dunia dari FIFA, Thom Haye dan Shayne Diskorsing
Gol Telat Matthijs de Ligt Selamatkan Manchester United di Kandang Tottenham
Mengerikan, Dokter Olahraga Melakukan 1.430 Pelecehan dan 47 Pemerkosaan terhadap Atlet Pria Selama Dua Dekade