Ia mencontohkan pengalamannya sendiri sebagai pemain sayap kiri di masa lalu.
“Saya sering kehilangan bola saat duel satu lawan satu."
Baca Juga: Egoisme Erling Haaland Hadapi Liverpool, Hanya Memikirkan Diri Sendiri untuk Fokus pada Pertandingan
"Tapi tidak apa-apa, saya coba lagi, dan lagi. Dari situ karakter saya terbentuk."
"Karakter seperti itulah yang ingin saya temukan di pemain Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Simon menyoroti pentingnya pemahaman dasar dalam bertahan.
Baca Juga: Arsenal Kehilangan Rekor Clean Sheet, Mikel Arteta Merasakan Sakit di Perutnya
Menurutnya, banyak pemain masih memilih cara aman dengan membuang bola saat ditekan.
Padahal, pemain yang berani menguasai bola dalam tekanan bisa membuat tim lebih kuat dalam penguasaan permainan.
“Misalnya, saat datang bola tinggi, pemain bertahan bisa saja mengembalikan bola ke kiper atau membuang ke depan."
Baca Juga: Anfield Ciptakan Rekor Baru Jumlah Penonton Terbanyak di Benua Eropa
"Tapi itu membuat tim kehilangan momentum. Kalau tidak pegang bola, bagaimana bisa mencetak gol?” ujarnya menambahkan.
Simon juga menegaskan bahwa membangun karakter pemain tidak bisa dilakukan hanya dengan latihan teknis.
Mental juang, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan bangkit dari kesalahan merupakan bagian penting dari proses pembentukan pemain profesional.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik Menjelang Duel Manchester City vs Liverpool di Etihad
Artikel Terkait
Gol Telat Matthijs de Ligt Selamatkan Manchester United di Kandang Tottenham
Mengerikan, Dokter Olahraga Melakukan 1.430 Pelecehan dan 47 Pemerkosaan terhadap Atlet Pria Selama Dua Dekade
Ilmu Bulu Tangkis Olimpiade: Mengurai Pukulan Sempurna
Mantan Pemain Real Madrid Mengkritik Lamine Yamal Tak Punya Jiwa Maupun Esensi
Marc Marquez Dinobatkan Kembali sebagai Peraih BMW M Award 2025 Singkirkan Sang Adik