SportlinkNews - Timnas U-22 Indonesia menutup rangkaian uji coba internasional jelang SEA Games 2025 dengan hasil imbang 2-2 melawan Mali U-22 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa, 18 November malam.
Dibandingkan pertemuan pertama mereka pada pekan lalu, laga ini jauh lebih hidup.
Kedua tim tampil agresif hingga menit akhir. Hasil ini mengisyaratkan, meski belum bisa menang, tetapi Garuda Muda mampu petik pelajaran.
Indonesia, yang lebih dulu tertinggal lewat gol cepat Sekou Kone pada menit ke-13, menunjukkan mental tangguh untuk bangkit. Namun, Indonesia mampu bangkit.
Baca Juga: Pistons Perkasa di Kandang Lawan, Mantapkan Status sebagai Penantang Serius Wilayah Timur NBA Cup 2025/26
Mauro Zijlstra menjadi aktor utama gol Indonesia di babak pertama setelah memaksimalkan umpan Hokky Caraka. Ini menjadi mencetak gol perdananya bersama Garuda Muda sejak dinaturalisasi pada Agustus lalu.
Skor imbang 1-1 akhirnya menutup paruh pertama.
Selepas turun minum, tim asuhan Indra Sjafri tampil lebih berani dalam penguasaan bola dan penekanan di area sepertiga akhir.
Hasilnya terlihat pada menit ke-52 ketika Raka Cahyana melepas umpan silang matang yang disontek Rafael Struick menjadi gol, membuat Indonesia berbalik unggul 2-1.
Baca Juga: Avan Saputera Akhiri 13 Tahun Kebersamaan dengan Satria Muda, Tutup Era One Man Club
Namun Mali kembali memberi tekanan berat. Berulang kali pemain mereka menguji ketangguhan Daffa Fasya yang tampil gemilang di bawah mistar, terutama penyelamatan penting saat menghadapi tembakan salto Sissoko pada menit ke-59.
Gol penyeimbang Mali akhirnya tiba pada menit ke-70 melalui tendangan kedua Sekou Kone setelah menerima umpan terobosan Makalou. Skor berubah menjadi 2-2.
Jelang akhir laga, Indonesia hampir saja memastikan kemenangan lewat tendangan bebas Dony Tri Pamungkas pada menit ke-86. Sayang, arah bola masih bisa dibaca kiper Mali, bola pun gagal bersarang.
Baca Juga: PSSI Jadwalkan Pengumuman Pelatih Baru Timnas Indonesia Pekan Depan
Bila melihat permainan Ivan Jenner dan kawan-kawan di laga kedua ini, Garuda bermain jauh lebih baik. Ketegangan tidak lagi terlalu terlihat, disiplin pemain pun cukup baik.
Pressing tinggi lebih rapi, keberanian memegang bola meningkat, dan penyelesaian akhir menunjukkan progres positif. Meski sempat melakukan beberapa kesalahan di babak pertama, tapi Garuda Muda mampu menjaga intensitas hingga peluit panjang.
Daffa Fasya menjadi salah satu bintang laga dengan sederet penyelamatan krusial, terutama di babak kedua. Keputusan Indra Sjafri menurunkan kiper Borneo FC sejak awal terbukti tepat.
Baca Juga: Fajar/Fikri Bangkit dan Menang, Raymond/Joaquin Lanjutkan Tren Positif di Australia Open 2025
Di sisi lain, Mali tetap tampil konsisten dalam menekan melalui pergerakan cepat pemain sayap dan kombinasi pendek antarlini.
Hasil imbang 2-2 ini menjadi penutup rangkaian uji coba Timnas U-22 Indonesia sebelum bertolak ke Thailand pada akhir November untuk mengikuti SEA Games 2025.
Dengan progres signifikan dari laga pertama serta meningkatnya kepercayaan diri pemain, khususnya Mauro Zijlstra dan Daffa Fasya, Indonesia kini memiliki modal penting untuk menghadapi persaingan ketat di SEA Games 2025.
Artikel Terkait
3 Pemain Mali yang Bisa Merepotkan Timnas U-22 Indonesia di Pakansari
Timnas U-22 Indonesia Butuh Tambahan Pemain, Indra Sjafri Harap Marselino Ferdinan Bisa Gabung
Ban Kapten Beralih ke Ivar Jenner, Kadek Arel Tegaskan Dukungan Penuh untuk Keputusan Timnas U-22
Marcelino dan Adrian Ditunggu Timnas U-22, BTN Pastikan Proses Pemanggilan Berjalan Positif
Indra Sjafri Ungkap 80–90 Persen Kerangka Timnas U-22 untuk SEA Games 2025 Mulai Terbentuk