SportlinkNews - Dua ganda putra Indonesia kompak petik kemenangan di babak pertama Australian Open 2025.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjaga asanya untuk bisa mendapatkan tambahan poin lebih banyak, sementara pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin meneruskan tren positifnya ke babak 16 besar.
Pada pertandingan yang digelar di Quaycentre, Olympic Boulevard, Selasa, 18 November 2025, Fajar/Fikri mengawali perjalanannya di turnamen BWF World Tour 500 ini dengan kemenangan meyakinkan.
Baca Juga: FIFA Siapkan Sanksi Tambahan untuk FAM dalam Kasus Naturalisasi
Mereka unggul dengan skor meyakinkan 21-15, 21-10 atas wakil Malaysia, Lau Yi Sheng/Lim Tze Jian.
Meski menang cukup nyaman, Fajar mengakui adanya penyesuaian yang harus dilakukan, terutama pada gim pertama. Tekanan cepat yang dilakukan lawan sempat membuat mereka kaget dan sempat tertinggi sebelum jeda interval.
Namun, Fajar/Fikri berhasil menemukan ritmenya kembali setelah interval pertama dan sukses membalikan keadaan untuk petik kemenangan.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Terima Undangan Donald Trump Usai Portugal Lolos ke Piala Dunia 2026
"Ada perubahan laju shuttlecock yang lebih lambat dari latihan kemarin juga. Banyak reli yang menguras tenaga dan kami harus lebih siap di defense, jangan terburu-buru menyerang," ungkap Fajar.
Turnamen ini memiliki nilai penting bagi Fajar/Fikri yang tengah mengejar tiket ke BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, Cina.
Dengan hanya memiliki poin 52.790 dan berada di peringkat 15, mereka membutuhkan tambahan sekitar 11.300 poin lagi untuk menembus top 8.
Baca Juga: Ramon Tanque Tidak Mau Terlena dengan Enam Kemenangan Persib, Siap Berjibaku Lawan Dewa United
Untuk bisa mendapatkan tambahan poin yang cukup besar guna mengejar peringkat di "Road to Finals", Fajar/Fikri minimal harus mencapai babak final.
Namun perjalanan mereka juga akan dipengaruhi hasil tiga pesaing utama dari Chinese Taipei, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin, dan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan.
Skenario paling mudah bagi Fajar/Fikri adalah ketiga pasangan Taiwan itu gagal menembus semifinal.
Baca Juga: Perpanjang Kontrak, Daniel Timothy Wenas Kini Bawa Spirit Baru Bogor Hornbills
Meski begitu, Fajar menegaskan dirinya dan Fikri ingin tetap fokus pada performa tanpa terbebani hitungan poin.
"Kami tidak mau memikirkan itu terlalu jauh karena bisa jadi beban. Kami baru main delapan turnamen, jadi yang penting menikmati pertandingan demi pertandingan," tegasnya.
Selain Fajar/Fikri, pasangan muda Raymond/Nikolaus juga mencatat kemenangan penting setelah menyingkirkan wakil Chinese Taipei, Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng, dengan skor 21-18, 25-23.
Baca Juga: Pembalap Prima Pramac Yamaha Toprak Razgatlioglu Kenakan Nomor 7 untuk MotoGP 2026
Raymond menyebut kemenangan ini tidak berjalan mudah karena masih ada beberapa pengambilan keputusan yang kurang matang.
"Masih ada bola-bola yang harusnya tidak mati, tapi malah mati sendiri. Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan dan berharap bisa mengeluarkan kemampuan terbaik," katanya.
Joaquin menambahkan bahwa konsistensi fokus menjadi pekerjaan rumah terbesar mereka. Karena di awal mereka bermain bagus, tetapi di awal gim kedua kondisinya sempat berubah dan buat mereka tertinggal.
Baca Juga: Keren, Sneaker Nike GT Future Akhirnya Dirilis Secara Luas
"Tentu saja senang sekali bisa main di Super 500, tapi kami tidak boleh berlebihan agar tetap fokus memberikan yang terbaik. Pekerjaan rumah kami masih banyak ini," ujarnya.
Artikel Terkait
Susul Ester dan The Daddies, Ganda Putri Ana/Tiwi Lolos ke Final Australia Open 2024
Hasil Australia Open 2024: Ganda Putri Indonesia Ana/Tiwi Juara Pertama, Ester dan The Daddies Runner Up
PBSI Bidik Hasil Optimal di Kumamoto Masters dan Australia Open 2025
Gregoria Mundur dari Australia Open 2025, Fokus Pemulihan Fisik
Australia Open 2025 Jadi Penentu Terakhir Langkah Wakil Indonesia ke World Tour Finals