“Nobody will f*ck us,” atau “Tak ada siapa pun yang akan membantai kami,” seruan Herdman kepada pemain sebelum menghadapi Luka Modric dan kawan-kawan.
Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Peran Besar Gigi Dall’Igna di Balik Kebangkitannya bersama Ducati
Kata-kata tersebut justru memicu reaksi keras dari Kroasia.
Usai Kanada kalah telak 1-4, pernyataan Herdman itu dicetak besar-besaran di halaman depan media Kroasia, 24sata.
Tidak tinggal diam, Herdman menyampaikan pembelaannya.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia Desember 2025: SEA Games, AFF Futsal, hingga Esports
“Saya rasa, Anda berkata seperti itu pada momen menggairahkan saat mencoba menginspirasi tim,” ucapnya dikutip dari Daily Hive.
Ia menambahkan, “Ketika Anda ditanya apa yang Anda katakan saat tim berkumpul, yah itu yang saya katakan.”
Kini, ketika namanya kembali dikaitkan dengan tim Garuda, sejumlah pihak mengingatkan bahwa kultur sepak bola Indonesia yang identik dengan nilai-nilai ketimuran bisa membuat Herdman rentan dikritik jika gaya komunikasinya tidak disesuaikan.
Baca Juga: Rivalitas Satria Muda vs Pelita Jaya Bakal Semakin Panas di IBL 2026
Sikap dan ucapan yang dianggap melampaui batas dapat memicu penolakan publik, sebagaimana yang pernah dialami Patrick Kluivert.
Saat itu, riwayat perjudian sang mantan pelatih menjadi alasan sebagian suporter tidak menginginkannya sebagai juru taktik skuad Merah Putih.
Dengan dinamika yang berkembang, muncul pertanyaan mengenai kemampuan PSSI memilih pelatih yang tidak hanya memiliki rekam jejak kompetitif, tetapi juga bebas dari kontroversi masa lalu.
Baca Juga: Islam Makhachev Cari Lawan Baru, Sean Brady Tunjuk Nama yang Lebih Pantas dari Kamaru Usman
Herdman memang memiliki pengalaman di level tertinggi, namun catatan pernyataannya di Piala Dunia 2022 menjadi aspek yang akan terus diperbincangkan selama proses pemilihan berlangsung.
Artikel Terkait
Usai Drama Manahan, Tomas Trucha Terpilih Kembali Jadi Pelatih Terbaik Pekan ke-14 Super League 2025/26
Jadwal Padat dan Menantang bagi Persib Selama Desember, Mampukah Mempertahankan Tren Positif?
Persis Solo di Dasar Klasemen, Ancaman Degradasi Super League 2025-2026 Kian Nyata
Tomas Trucha Kembali Raih Coach of The Week, PSM Makassar Melonjak ke Papan Tengah
IBL dan Blackmores Gelar Program Junior Hoopers untuk Pembinaan Atlet Muda Basket